Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Prancis Masih Jadi Kutukan, Impian Maroko Hancur Lewat Skenario yang Sama

Redaksi Prokal • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:25 WIB
Mbappe cetak gol melawan Maroko.
Mbappe cetak gol melawan Maroko.

 PROKAL.CO- Langkah heroik Timnas Maroko di Piala Dunia 2026 akhirnya harus terhenti secara tragis di babak perempat final. Bertanding di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Jumat dini hari WIB, skuad Singa Atlas dipaksa bertekuk lutut oleh kekuatan sang juara bertahan Prancis dengan skor meyakinkan dua gol tanpa balas. Kekalahan ini menjadi hantaman keras bagi publik sepak bola Benua Hitam, sebab hasil minor tersebut sekaligus memastikan bahwa tidak ada lagi wakil Afrika yang tersisa di turnamen sepak bola terakbar jagat raya tahun ini.

Bagi Achraf Hakimi dan kolega, malam di Boston itu bak membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Kekalahan dari Les Bleus kali ini terasa seperti dejavu yang menyakitkan dari gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar silam. Kala itu, Maroko yang berhasil menembus semifinal secara mengejutkan juga harus tumbang di tangan Prancis dengan skor yang sama persis, yakni 0-2. Misi balas dendam yang diusung Singa Atlas di tanah Amerika pun akhirnya berujung antiklimaks karena Prancis tetap menjadi tembok besar yang terlalu tangguh untuk mereka runtuhkan.

Pertandingan sebenarnya berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan, di mana Maroko sempat memberikan perlawanan ketat. Namun, Prancis menunjukkan kematangan kelasnya sebagai tim bermental juara ketika memasuki paruh kedua. Kebuntuan pecah pada menit ke-60 saat Kylian Mbappe berhasil membobol gawang Maroko. Gol ini seolah menjadi pembuktian berkelas bagi Mbappe setelah dirinya sempat gagal mengeksekusi penalti di awal laga. Belum sempat Maroko menata ulang pertahanan mereka, Ousmane Dembele langsung menyengat lewat gol cepat enam menit berselang, tepatnya pada menit ke-66, yang langsung mengunci kemenangan Prancis sekaligus menyegel tiket pertama ke babak semifinal.

Dengan tersingkirnya Maroko, berakhir pula representasi benua Afrika di sisa kompetisi Piala Dunia 2026. Singa Atlas sendiri merupakan satu-satunya tim Afrika yang mampu melaju paling jauh hingga babak delapan besar ini. Sebelumnya, benua Afrika sempat mengirimkan dua wakilnya ke babak 16 besar, yaitu Maroko dan Mesir. Sayangnya, langkah Mesir sudah lebih dulu kandas setelah kalah tipis 2-3 dari Argentina di fase gugur sebelumnya.

Meski harus angkat koper lebih awal dari yang mereka impikan, Maroko tetap berhak pulang dengan kepala tegak. Di sepanjang turnamen ini, mereka telah menampilkan permainan yang sangat impresif, termasuk keberhasilan menahan imbang raksasa Amerika Latin, Brasil, di fase grup, serta mendepak tim kuat Belanda di babak gugur. Kini, giliran Prancis yang melenggang tenang ke semifinal untuk menanti pemenang dari laga sengit antara Spanyol melawan Belgia, yang dijadwalkan bakal berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Amerika Serikat. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026