Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ayam Asam Manis dan Kenangan Bryne: Sisi Bersahaja Erling Haaland yang Setia pada Restoran Tionghoa Masa Kecilnya

Redaksi Prokal • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:36 WIB
Erling Haaland di restoran Chinese Food favoritnya. (Istimewa)
Erling Haaland di restoran Chinese Food favoritnya. (Istimewa)

PROKAL.CO-Di lapangan hijau, Erling Haaland adalah sosok monster yang menakutkan bagi lini pertahanan lawan. Namanya selalu lekat dengan gelontoran gol, pemecahan rekor, dan status sebagai salah satu bintang sepak bola global paling tajam saat ini. Namun, di balik kegemilangan karier profesional dan gemerlapnya dunia pesepak bola modern, penyerang andalan Manchester City ini ternyata tetap mempertahankan sisi kesederhanaan yang menyentuh hati banyak orang.

Hal ini terungkap lewat sebuah kisah hangat dari kampung halamannya di Bryne, Norwegia. Di kota kecil tersebut, berdiri sebuah restoran Tionghoa sederhana bernama Wen Hua House. Restoran keluarga ini rupanya memiliki tempat yang sangat istimewa di hati Haaland. Sang pemilik restoran, Hui Zhu Wang, membagikan cerita bahwa Haaland telah menjadi pelanggan setia mereka jauh sebelum dunia mengenal namanya seperti sekarang. Sejak masih anak-anak, striker bertubuh jangkung itu kerap datang bersama keluarganya untuk menikmati makan malam bersama.

Ketenaran luar biasa dan gelontoran uang yang kini ia miliki nyatanya tidak membuat Haaland melupakan akar masa lalunya. Setiap kali mendapatkan waktu libur untuk pulang ke Bryne, ia hampir selalu menyempatkan diri mampir ke Wen Hua House. Menariknya, menu makanan favorit sang megabintang tidak pernah berubah sejak ia masih kecil, yakni hidangan ayam asam manis dan bebek. Pilihan untuk tetap mendatangi tempat penuh memori ini memperlihatkan kepribadian Haaland yang tetap membumi, kontras dengan gaya hidup mewah dan tempat eksklusif yang biasa digandrungi para pemain bintang Eropa.

Tak sekadar setia pada cita rasa makanannya, sikap ramah Haaland juga menjadi sorotan tersendiri. Wang menuturkan bahwa Haaland tidak pernah berubah menjadi sosok yang angkuh atau sulit didekati. Ketika para pengunjung restoran lain menyadari kehadirannya dan berbondong-bondong meminta foto bersama atau tanda tangan, pemain berusia 25 tahun tersebut selalu melayani mereka dengan senyuman hangat tanpa pernah menolak.

Sebagai bentuk apresiasi dan ikatan emosionalnya yang kuat terhadap restoran yang menemani masa bertumbuhnya, Haaland bahkan menghadiahkan dua jersey bertanda tangan langsung miliknya. Kini, salah satu seragam tanding tersebut dipajang rapi dalam bingkai kaca dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wen Hua House. Kisah manis dari sudut kota Bryne ini menjadi pengingat indah bahwa kesuksesan finansial dan popularitas tertinggi di dunia tidak selalu berhasil mencabut seseorang dari kebiasaan sederhana dan kenangan masa kecilnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Erling Haaland