LOS ANGELES — Tensi tinggi babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Belgia tidak hanya meninggalkan drama di atas lapangan hijau. Di balik kesuksesan La Furia Roja mengamankan tiket semifinal lewat kemenangan tipis 2-1, ada satu sosok mungil di tribun penonton yang sukses mencuri panggung dan membuat jutaan pasang mata tersenyum gemas.
Sosok tersebut adalah Keyne, adik kandung dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Bocah berusia tiga tahun itu kembali menjadi buah bibir di jagat maya setelah aksi polosnya terekam jelas oleh kamera Stadion SoFi, Los Angeles, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Ketika wajahnya terpampang nyata di layar raksasa stadion, Keyne tanpa ragu melambaikan tangan dengan penuh semangat sebelum akhirnya menjulurkan lidah ke arah kamera. Tingkah spontan namun jenaka ini langsung viral di berbagai platform media sosial, bahkan banyak penggemar yang kini melabeli bocah menggemaskan tersebut sebagai "bintang kecil" atau maskot keberuntungan sepanjang kampanye Spanyol di turnamen ini.
Menariknya, aksi jenaka tersebut rupanya bukan tanpa rencana. Lamine Yamal yang tertangkap kamera tersenyum lebar melihat tingkah adiknya dari lapangan, membeberkan sebuah fakta menggelikan setelah laga usai. Pemain berusia 18 tahun itu mengungkapkan bahwa sehari sebelum pertandingan, sang adik sempat menghubunginya dan dengan polos berjanji akan menjulurkan lidah jika wajahnya masuk ke layar besar stadion.
Ini merupakan kali kedua Keyne viral di ajang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia juga sempat mencuri perhatian publik global saat merayakan kemenangan penuh semangat ketika Spanyol menumbangkan Australia di babak 32 besar. Sejak momen itu, kehadiran Keyne di tribun penonton selalu dinantikan oleh para suporter.
Di atas lapangan, laga perebutan tiket semifinal ini sejatinya berlangsung sangat sengit. Spanyol sempat memimpin terlebih dahulu lewat gol Fabian Ruiz, sebelum akhirnya disamakan oleh sundulan tajam penyerang Belgia, Charles De Ketelaere.
Ketika pertandingan tampak seperti akan berlanjut ke babak tambahan, Mikel Merino muncul sebagai pahlawan kemenangan. Gelandang asal klub Arsenal tersebut berhasil memanfaatkan blunder fatal dari kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, untuk menceploskan bola ke dalam gawang di menit-menit akhir laga.
Meskipun Lamine Yamal tidak mencatatkan namanya di papan skor maupun memberikan assist, pergerakan eksplosifnya di sisi sayap terbukti sukses memorak-porandakan lini belakang Belgia sepanjang laga. Namun, begitu laga usai, atensi dunia malam itu tampaknya harus rela terbagi dengan pesona sang adik yang berhasil menghadirkan kehangatan di tengah ketatnya tensi Piala Dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria