Dicampakkan Prancis, Aymeric Laporte Balas Dendam dengan Loloskan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026!

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 09:29 WIB
Bek timnas Spanyol, Aymeric Laporte. (Instagram/@sefutbol)
Bek timnas Spanyol, Aymeric Laporte. (Instagram/@sefutbol)

 

PROKAL.CO- Sepak bola selalu punya cara tersendiri untuk menuliskan skenario paling dramatis sekaligus ironis. Kisah luar biasa ini baru saja diukir oleh bek tengah berusia 32 tahun, Aymeric Laporte. Pemain yang bertahun-tahun diabaikan oleh tanah kelahirannya, Prancis, justru bertransformasi menjadi aktor utama yang menghancurkan mimpi Les Bleus di semifinal Piala Dunia 2026 demi meloloskan Spanyol ke partai puncak.

Lahir di Agen, Prancis, Laporte sebenarnya merupakan produk asli sistem pembinaan sepak bola Les Bleus. Kesetiaannya pada proses terbukti saat ia merangkak dari level U-17 hingga akhirnya dipercaya mengenakan ban kapten untuk timnas Prancis U-21. Dedikasi besarnya di masa muda sempat membuka jalan ke tim senior pada tahun 2018. Namun, ketatnya persaingan di lini belakang dan nasib buruk akibat cedera membuat debut impiannya di bawah asuhan Didier Deschamps batal terwujud.

Titik balik yang mengubah arah sejarah terjadi pada tahun 2021 karena sebuah insiden komunikasi. Setelah merasa nasibnya digantung tanpa kejelasan, Laporte menunjukkan iktikad baik dengan mengirimkan pesan pribadi kepada Deschamps untuk menanyakan peluangnya menembus skuad utama Prancis. Nahas, pesan tersebut sama sekali tidak pernah mendapatkan balasan dari sang pelatih. Kekecewaan mendalam akibat diabaikan inilah yang memantapkan hatinya untuk menerima paspor Spanyol dan membelokkan karier internasionalnya demi berseragam La Roja.

Keputusan berani itu terbukti menjadi berkah emas bagi Spanyol, sekaligus menghadirkan penyesalan abadi bagi Prancis. Berpindah haluan ke Spanyol mengubah garis nasib Laporte secara drastis dengan langsung menjelma sebagai batu karang tak tergantikan. Ia sukses membawa Spanyol menembus semifinal Euro 2020, menjuarai UEFA Nations League 2023, serta mengangkat trofi Euro 2024. Hingga pertengahan Juli 2026, Laporte telah mengemas lebih dari 50 penampilan bersama La Roja, menegaskan statusnya sebagai salah satu bek elite paling matang di turnamen besar.

Puncak teatrikal kariernya akhirnya tersaji sempurna di babak semifinal Piala Dunia 2026. Menghadapi negara tempat ia dilahirkan dan dibesarkan sebagai pesepak bola, Laporte tampil sangat solid dan dingin di lini pertahanan Spanyol. Ia berhasil meredam seluruh agresivitas serangan Les Bleus dan memastikan tiket final jatuh ke tangan Spanyol. Momen ini menjadi ironi paling menyakitkan bagi Prancis, di mana pemain yang dahulu mereka campakkan dan abaikan, kini menjelma menjadi sosok yang pulang untuk menghentikan mimpi juara dunia negaranya sendiri. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026