Tangis dan Pembalasan Sempurna Ferran Torres di Final: "Gol Ini Milik 47 Juta Rakyat Spanyol!" 

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 06:30 WIB
Ferran Torres usai mencetak gol ke gawang Argentina.
Ferran Torres usai mencetak gol ke gawang Argentina.

NEW JERSEY — Pahlawan kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ferran Torres, tidak ingin jemawa setelah tembakan volinya di menit ke-106 meruntuhkan Argentina. Dengan mata berkaca-kaca usai laga melelahkan di MetLife Stadium, penyerang La Roja itu mempersembahkan gol bersejarahnya untuk seluruh masyarakat di tanah airnya.

"Pada akhirnya, gol ini bukan milik saya. Gol ini milik 47 juta rakyat Spanyol," ujar Torres penuh emosional kepada stasiun televisi La1. "Ini sudah takdir; kami memang ditakdirkan untuk menang."

Meski Spanyol mendominasi mutlak dengan melepaskan 12 tembakan tepat sasaran sementara Argentina sama sekali tidak berkutik tanpa satu pun shot on goal, Torres mengakui ada ketegangan luar biasa yang menyelimuti timnya. Aura magis sang kapten lawan menjadi penyebab utama.

"Semua laga final itu berat. Terlebih ketika Anda melihat ada sosok Lionel Messi di tim lawan, rasa gugup itu pasti menyelinap masuk. Namun, kami terus percaya pada diri sendiri, dan hari ini kami membuktikannya lagi," lanjut Torres.

Gol penentu dari Torres ini lahir berkat umpan matang Nico Williams, hanya beberapa saat setelah gol keduanya dianulir karena offside. Aksi heroik di menit ke-106 ini langsung disejajarkan dengan gol legendaris Andrés Iniesta pada Piala Dunia 2010 silam. Keberhasilan ini juga melengkapi dominasi global Spanyol, di mana tim nasional wanita mereka saat ini juga menyandang status sebagai juara dunia.

Momen gol Ferran Torres.
Momen gol Ferran Torres.

Pembalasan Bungkam Kritik dan Pujian de la Fuente

Bagi Torres, gol ini terasa seperti penebusan dosa yang manis setelah performanya terus dihujani kritik tajam dari publik sepanjang turnamen bergulir. "Ada rasa lega yang luar biasa," akunya jujur. "Saya dikritik habis-habisan sepanjang Piala Dunia ini, tetapi takdir telah tertulis di bintang-bintang. Terima kasih kepada Tuhan, Dia selalu memberi saya kekuatan untuk terus melangkah."

Di sisi lain, arsitek di balik layar, Luis de la Fuente, kembali membuktikan kapasitasnya. Sempat diragukan karena tidak memiliki rekam jejak mentereng di level klub, pelatih yang merangkak dari tim kelompok umur ini sukses mengawinkan gelar Euro 2024 dengan trofi Piala Dunia 2026.  "Saya sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini. Mereka tumbuh dengan filosofi kami, setia dengannya, bahkan membuatnya jauh lebih baik. Mereka adalah contoh sebuah tim dan keluarga besar," puji de la Fuente.

Meski demikian, de la Fuente mengakui laga seharusnya bisa selesai lebih cepat andai Argentina tidak memiliki tembok kokoh bernama Emiliano Martínez yang menggagalkan belasan peluang mereka, bahkan setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan akibat kartu merah. "Namun, ini adalah final Piala Dunia. Anda harus siap menderita dan berjuang sampai detik terakhir." (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026