Sempurna! Spanyol Ukir Rekor Abadi Sejarah Sepak Bola Saat Tumbangkan Argentina

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ferran Torres
Ferran Torres

NEW JERSEY — Kemenangan 1-0 Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta juara biasa. Keberhasilan La Roja meruntuhkan sang juara bertahan di MetLife Stadium lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 menahbiskan generasi ini ke dalam buku sejarah sebagai salah satu tim paling dominan yang pernah ada di muka bumi.

Dengan kemenangan ini, Spanyol resmi mengunci rekor 38 laga beruntun tak terkalahkan—catatan unbeaten terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional yang turut menghasilkan trofi Euro 2024 dan Piala Dunia 2026. Tidak hanya itu, Spanyol juga menjadi tim pertama dalam sejarah yang menjuarai Piala Dunia dengan hanya kebobolan satu gol saja di sepanjang turnamen, melampaui rekor Prancis (1998), Italia (2006), dan Spanyol (2010) yang kebobolan dua gol.

Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi panggung pilu bagi Lionel Messi. Meski kalah, Messi mengukir tinta emas sebagai pemain kedua dalam sejarah setelah Cafu (Brasil) yang tampil di tiga laga final Piala Dunia berbeda.

Di balik malam yang magis tersebut, berikut adalah para aktor utama yang menggoncang New Jersey:

Si Remaja Monster: Pau Cubarsí (Der Kaiser)

Baru berusia 19 tahun, bek tengah Barcelona ini tampil bak monster di lini belakang Spanyol. Cubarsí mencatatkan statistik elite: 6 sapuan, 5 recovery, memenangi 7 dari 10 duel, dan mencatatkan akurasi operan hingga 96% tanpa melakukan satu pun pelanggaran! Puncaknya, kecerdikan Cubarsí memaksa Enzo Fernández melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu merah, memberi Spanyol keuntungan jumlah pemain sepanjang babak perpanjangan waktu.

Sang Konduktor Sempurna: Rodri (Fußballgott)

Rodri kembali membuktikan mengapa dirinya adalah nyawa permainan Spanyol. Memegang kendali penuh lini tengah dengan 116 sentuhan dan akurasi operan 95%, Rodri mematikan setiap pergerakan berbahaya Messi. Dengan trofi ini, Rodri resmi masuk ke lingkaran elite sebagai pemain ke-11 dalam sejarah yang mampu mengawinkan gelar Ballon d'Or, Liga Champions, dan Piala Dunia—menyamai legenda seperti Franz Beckenbauer, Zinedine Zidane, hingga Messi sendiri.

Supersub Pemecah Kebuntuan: Ferran Torres (Der Bomber)

Dicaci sepanjang turnamen, Torres membuktikan bahwa takdirnya adalah menjadi pembeda. Masuk dari bangku cadangan, ia menjadi motor energi baru. Gol semata wayangnya di menit ke-106—yang merupakan gol satu-satunya di turnamen ini—sudah cukup untuk membawa trofi emas pulang ke Madrid. Torres bahkan nyaris mencetak brace tujuh menit berselang jika tidak terperangkap offside tipis. (*)

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026