NEW JERSEY — Air mata mengalir deras di pipi Lionel Messi saat ia berdiri terpaku di tengah lapangan MetLife Stadium, menatap ribuan suporter Argentina yang tak henti-hentinya menggemakan namanya. Di bawah langit New Jersey, salah satu pesepak bola terhebat sepanjang sejarah ini harus menerima kenyataan pahit: perjalanan magisnya di panggung Piala Dunia berakhir dengan ketidakberdayaan yang memilukan.
Meski belum mengumumkan secara resmi rencana masa depannya, penyerang berusia 39 tahun itu diyakini kuat telah memainkan laga Piala Dunia terakhirnya. Sayang, akhir dari dongeng indah ini berujung antiklimaks setelah Argentina takluk 1-0 dari Spanyol lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Sepanjang turnamen, Messi sebenarnya tampil luar biasa dengan menggelontorkan delapan gol dan menginspirasi serangkaian aksi comeback fantastis di fase gugur untuk membawa La Albiceleste ke final berturut-turut. Namun, di partai puncak, dominasi mutlak Spanyol membuat sang kapten frustrasi karena terisolasi tanpa pasokan bola.
Momen emosional pecah ketika gelandang Spanyol, Rodri, diumumkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen. Di saat bersamaan, ribuan pendukung Argentina justru memilih untuk menyanyikan serenada dan meneriakkan nama Messi sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Saat memimpin rekan-rekan setimnya mengambil medali runner-up, tangis sang megabintang akhirnya runtuh menyaksikan kesetiaan para pendukungnya.
Mengingat usianya yang akan menginjak 43 tahun saat Piala Dunia berikutnya digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, laga ini menjadi penutup lembaran sejarah yang emosional. Setelah dengan tegar menyaksikan skuad Spanyol mengangkat trofi emas, pemilik delapan gelar Ballon d'Or itu langsung berjalan cepat meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
Meskipun berakhir dengan kepedihan, Messi tetap mengukir rekor abadi di laga perpisahannya ini dengan menjadi pemain ketiga dalam sejarah sepak bola pria yang mampu tampil di tiga laga final Piala Dunia yang berbeda, menyamai pencapaian legenda Brasil, Cafu. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co