Lionel Messi Panen Kritikan Akibat Protes "Cari-Cari Kesalahan" di Final Piala Dunia

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 06:45 WIB
Messi protes dan meminta wasit memberikan kartu kepada Cucurella.
Messi protes dan meminta wasit memberikan kartu kepada Cucurella.

 
NEW JERSEY — Laga pamungkas Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi Lionel Messi karena kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara usai ditumbangkan Spanyol 1-0. Lebih dari itu, penampilan terakhir sang megabintang di panggung tertinggi sepak bola dunia ini justru dinodai oleh sorotan tajam netizen akibat tindakan yang dinilai tidak sportif.

Tensi pertandingan memuncak di babak perpanjangan waktu, terutama setelah gelandang Argentina, Enzo Fernandez, diganjar kartu merah oleh wasit. Dalam kondisi tim yang pincang akibat kalah jumlah pemain, Messi tertangkap kamera berusaha mendesak wasit dan VAR untuk mengartu merah bek sayap Spanyol, Marc Cucurella.

Aksi protes La Pulga tersebut memanfaatkan regulasi baru FIFA yang diterapkan khusus pada Piala Dunia edisi kali ini. Berdasarkan aturan anyar tersebut, seorang pemain bisa langsung diusir dari lapangan jika terbukti sengaja menutup mulut dengan tangan saat terlibat dalam konfrontasi atau adu mulut. Messi mencoba mengklaim bahwa Cucurella melakukan gestur terlarang tersebut demi menyamakan jumlah pemain di lapangan.

Namun setelah dilakukan peninjauan, VAR memutuskan tidak memberikan kartu merah kepada Cucurella karena bek berambut kribo tersebut sama sekali tidak sedang dalam posisi melakukan konfrontasi. Keputusan ini seketika memicu gelombang kritik pedas di jagat maya yang menganggap tindakan kapten Argentina itu sebagai bentuk keputusasaan yang memalukan.

"Messi mungkin pemain terbaik sepanjang masa, tetapi dia sekarang juga dikenal sebagai pria yang meminta lawan dikartu merah hanya karena menutup mulut di final Piala Dunia," tulis salah seorang penggemar di media sosial.

Kritikan senada terus mengalir dari para pencinta sepak bola yang menyayangkan sikap pragmatis sang legenda di penghujung karier internasionalnya. Beberapa pakar dan penonton netral bahkan menyebutnya sebagai salah satu tindakan paling pengecut yang pernah terjadi di sebuah partai final sebesar Piala Dunia.

Sangat disayangkan, laga penutup kiprah Lionel Messi di Piala Dunia ini akhirnya harus diingat lewat catatan minor. Pemain berusia 39 tahun tersebut tidak hanya gagal mencetak gol maupun assist sepanjang laga dominasi Spanyol, tetapi kini juga harus pulang dengan citra yang tercoreng akibat aksi protes kontroversialnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026