Matikan Pergerakan Messi, Taktik Jitu Spanyol Bawa Matador Bawa Pulang Trofi Piala Dunia 2026

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:58 WIB
Lionel Messi menerima guard of honour dari para pemain Spanyol setelah final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) waktu setempat. Argentina takluk 0-1 dari Spanyol. (Foto: FIFA)
Lionel Messi menerima guard of honour dari para pemain Spanyol setelah final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) waktu setempat. Argentina takluk 0-1 dari Spanyol. (Foto: FIFA)

PROKAL.CO- Lionel Messi tidak pernah sekalipun gagal mencetak gol atau memberikan umpan gol sejak fase grup hingga babak semifinal Piala Dunia 2026. Namun, rekor impresif sang kapten Argentina tersebut akhirnya terhenti di laga paling krusial, saat La Albiceleste harus takluk 0-1 dari Spanyol dalam partai final di MetLife Stadium, New Jersey.

Sebelum tunduk dari Matador, Messi kerap menjadi juru selamat lewat aksi comeback dramatis Argentina. Salah satu aksi magisnya tercipta di babak semifinal ketika ia memborong dua asis dalam rentang sepuluh menit terakhir untuk menundukkan Inggris 2-1.

Namun, keajaiban tersebut tak lagi tampak di laga puncak. Argentina bahkan mencatatkan rekor kelam sebagai tim pertama yang gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal di final Piala Dunia. Peluang emas pertama La Albiceleste baru tercipta pada menit ke-116 di babak perpanjangan waktu.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, terang-terangan membeberkan strategi utama timnya yang sukses mematikan pergerakan peraih delapan Ballon d’Or tersebut. “Ide pertama kami adalah menjaga Messi tetap terkendali,” tegas De la Fuente dalam wawancaranya bersama ESPN.

Strategi tersebut terbukti ampuh. Messi hanya mencatatkan 15 kali sentuhan bola di babak pertama—angka terendah baginya dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir—dan mengakhiri laga dengan total 54 sentuhan. Minimnya kontribusi Messi membuat lini serang Argentina tumpul, sementara Spanyol mendominasi penuh permainan dengan melesakkan 20 tembakan berbanding dua milik Argentina.

Begitu peluit panjang dibunyikan, momen emosional menyelimuti sang megabintang. Messi terduduk diam di tengah lapangan sambil melepas sepatu Adidas edisi khususnya yang bertajuk ”Last Tango”, seolah mengisyaratkan akhir dari perjalanannya di panggung sepak bola dunia. Tangisnya tak membendung saat ia melangkah mendekati ribuan pendukung Argentina untuk menerima medali perak.

Menanggapi masa depan sang kapten yang kini menginjak usia 39 tahun, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Messi. ”Dia sekarang berusia 39 tahun. Dia akan bermain sampai dia memutuskan tidak bermain lagi,” ujar Scaloni seperti dikutip dari Reuters.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, Scaloni meminta publik untuk tetap memberikan penghormatan tertinggi atas segala warisan dan dedikasi yang telah diberikan oleh sang legenda. ”Saya berharap semua orang merasa bangga terhadapnya, atas apa yang telah dia capai, karena dia adalah pemain sepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan,” pungkas Scaloni penuh haru. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026 lionel messi