Ini Rekam Jejak Kekasaran dan Sikap Tak Sportif Skuad Tango, dari Memukul Hingga Membelakangi Perayaan Kemenangan Spanyol

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:32 WIB
Messi dk membelakangi perayaan kemenangan Spanyol.
Messi dk membelakangi perayaan kemenangan Spanyol.

PROKAL.CO- Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium meninggalkan noda hitam bagi timnas Argentina. Alih-alih menerima kekalahan dengan lapang dada, skuad Albiceleste justru mempertontonkan aksi tak terpuji—mulai dari memicu kerusuhan massal di atas lapangan hingga sengaja memalingkan punggung saat momen penganugerahan trofi berlangsung.

Begitu peluit panjang dibunyikan, tensi panas langsung memuncak. Leandro Paredes yang tersulut emosi mendadak menyerang bek Spanyol, Eric García, dengan melayangkan pukulan keras ke arah leher hingga sang lawan tersungkur. Aksi brutal tersebut seketika menyulut bentrokan antarpemain dan berbuah kartu merah langsung untuk Paredes. Kerusuhan ini melengkapi catatan kelam kedisiplinan Argentina, setelah sebelumnya Enzo Fernandez juga diusir keluar lapangan akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi pada babak reguler. Tak berhenti di situ, Nahuel Molina juga tertangkap kamera sempat mendaratkan pukulan ke perut Rodrigo Hernández yang tengah berlari merayakan kemenangan.

Puncak dari sikap tidak sportif tersebut berlanjut hingga upacara penyerahan trofi. Usai menerima medali perak dari Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump, mayoritas pemain Argentina memilih memalingkan tubuh mereka. Di bawah hujan konfeti emas, Lionel Messi dan rekan-rekannya sengaja berdiri membelakangi panggung utama persis saat timnas Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia kedua mereka.

Sorotan tajam pun mengalir deras dari para pengamat sepak bola internasional. Analis BBC, Alan Shearer, mengecam keras perilaku bertubi-tubi yang ditunjukkan wakil Amerika Selatan tersebut. Menurutnya, meski rasa sakit akibat kekalahan di laga final sangat luar biasa, tindakan kasar dan tidak menghormati lawan sama sekali tidak memiliki tempat dalam olahraga.

Di luar segala kontroversi dan drama panas tersebut, Spanyol tampil sangat dominan sepanjang laga hingga akhirnya gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu menyegel gelar juara. Penampilan luar biasa kiper Emiliano Martinez yang mencatatkan rekor sejarah dengan 11 penyelamatan pun seolah tenggelam oleh deretan aksi tidak sportif rekan-rekan setimnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026