JAKARTA– Dua tahun terakhir, sutradara Dimas Djayadiningrat selalu menarik perhatian kala Ramadan tiba. Sejak 2018, Dimas berkolaborasi dengan brand untuk merilis iklan di media sosial. Setelah bikin ketawa pada 2018 lewat iklan grup kasidah dan 2019 lewat iklan alien, tahun ini karyanya malah bikin terharu.
Rabu sore (22/4), Dimas mengunggah video iklan Ramadan di akun Instagram-nya. Konsepnya kolase. Isinya tentang orang-orang yang sedang melakukan video call dengan sanak keluarga. ’’Saya minta ke bagian talent untuk cari perantau atau yang memang tidak tinggal di kota asalnya dan tidak bisa mudik karena pandemi Covid-19,’’ ungkap sutradara 46 tahun itu saat dihubungi kemarin siang (23/4).
Para talent di video tersebut melakukan self-shooting alias syuting diri sendiri dengan ponsel dari rumah masing-masing. Dimas memang tak menganjurkan kegiatan syuting selama pandemi. Para talent lantas menghubungi keluarga mereka tanpa skrip. ’’Biarpun ada ponsel yang kameranya ngeblur, nggak apa-apa. Biar terasa natural dan riil,’’ kata Dimas.
Video iklan anjuran agar tidak mudik itu bikin trenyuh. Ada yang minta maaf karena tak bisa mudik, berkabar dengan orang tua, mengungkapkan kangen, dan ada yang menangis. Auto teringat keluarga dan merasakan puasa serta Hari Raya Idul Fitri yang berbeda karena tidak boleh mudik. Video ditutup dengan pesan agar semua orang bisa ikhlas melalui Ramadan kali ini.
Sebagai director, Dimas berupaya meminimalkan penggunaan kata ’’korona’’ dalam video itu. Kata tersebut hanya muncul satu kali ketika ada talent yang mengatakan bahwa pernikahan sebaiknya diadakan setelah wabah korona berlalu. ’’Kata itu sangat sensitif saat ini. Saya mau bikin masyarakat tenang,’’ jelas sutradara Tusuk Jelangkung itu. (len/c18/jan)
Editor : izak-Indra Zakaria