FILM Kukira Kau Rumah tayang di bioskop tanah air sejak 3 Februari lalu. Film yang mengusung tema tentang kesehatan mental itu tayang di tengah situasi yang kurang baik, saat jumlah kasus varian baru Covid-19 Omicron sedang naik di Indonesia.
Prilly Latuconsina selaku bintang utama sekaligus produser menyebut ada kekhawatiran filmnya bakal tidak ada yang nonton. Prilly bahkan mengungkapkan dirinya kurang waktu istirahat dan tidak bisa tidur. “Pas film aku tayang, langsung Omicron tinggi, jadi deg-degan enggak bisa tidur selama dua hari. Tapi ternyata bioskop penuh, Alhamdulillah. Walaupun bioskop penuh tapi penonton tetap pakai masker, mengikuti protokol kesehatan. Sehingga mereka semua sehat-sehat aja,” ungkap Prilly. Perempuan yang juga bintang film Danur itu mengaku selalu datang ke bioskop untuk sekadar mengecek dan melihat dengan mata kepalanya sendiri respons para penonton.
Kekhawatiran Prilly filmnya bakal sepi ternyata salah. Terbukti filmnya ditonton lebih dari 51 ribu orang di hari pertama penayangan. Dia lega film Kukira Kau Rumah ternyata mendapat tempat yang baik di hati para penonton. Setidaknya Prilly bersama Umay Shahab membuat film ini dengan susah payah mendapat apresiasi banyak orang. Apalagi film itu memuat edukasi tentang masalah kesehatan mental.
Lebih lanjut diungkapkan Prilly, menjadi produser dan pemain sekaligus sangat menyita waktu dan energinya. Dia terlibat dari awal penyusunan budget, kru, lokasi, termin, dan hal-hal lainnya. “Karena itu baru pertama kali jadi produser, jadi semuanya harus diurusin. Tapi aku juga harus fokus di depan layar sebagai Niskala yang perannya luar biasa susah, enggak mudah, bukan peran-peran yang biasa aku perankan,” tuturnya.
Sebagai produser, Prilly juga harus terjun mengurungi masalah sponsorship. Dia juga mengurusi hal-hal di balik layar yang selama ini tak pernah dilakukan dengan kapasitasnya sebagai pemain. “Di saat pemain pulang, aku belum. Aku masih evaluasi produksi sama kru, apa kekurangan produksi kita di hari ini. Dan saat pemain bisa istirahat, aku harus ngurusin editing, warna, dan lain-lain,” terangnya. (jpg/dra)
Editor : izak-Indra Zakaria