Masa Putih Abu-Abu

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 29 Mei 2023 | 09:21 WIB
Photo
Photo

Karya: Aditya Irfan Situmorang

 

1/

Di titik ini aku berdiri, sejenak menepi menjauh dari sorotan mata mereka.

Berpikir tentang masa-masa silam dan teror-teror mengusik waktu tidurku.

Seperti pelangi di tengah hujan membentuk gumpalan awan dan partikel.

Memimpikan kembali musim panas di pertengahan bulan Mei dan Juni.

Dapat kurasakan semerbak aroma wangi dedaunan tropis di malam hari.

 

2/

Menikmati asyiknya pemandangan sembari meneguk secangkir mocha latte hangat.

Bermain petak umpet menyalakan api unggun dan mendirikan tenda perkemahan.

Hutan berhantu rumah tua dan sorot cahaya lentera mengundang rasa penasaran.

Tampak berdebu, usang, serta tak berpenghuni ditumbuhi semak-semak belukar.

Tertawa terpingkal-pingkal pipiku seketika merah merona, masa-masa di bangku sekolah.

Indahnya panorama fajar, udara sejuk pedesaan, gemericik air sungai, dan irama suling.

 

3/

Tiba waktunya mengucapkan salam perpisahan sebelum kembali ke rutinitas membosankan.

Ruang kelas yang sempit, dinamika siswa dengan segala drama dan remaja dengan problematikanya.   

Siswi centil sibuk bergosip dengan teman sebangku di sebelahnya, berpura-pura tidak mendengarkan.

Siswi kritis haus akan ilmu sibuk mencermati secara rinci setiap pertanyaan guru, mengabaikan kebisingan.

 

4/

Masa putih abu-abu kini berganti menjadi cerita indah.

Masa-masa remaja tak akan pernah lekang dari ingatan.

Belum terjamah oleh tabir kepalsuan dan kemelut kehidupan.

Kini hanya senyap bergeming menemani durasi hari-hariku.

 

5/

Kawanku sekarang saatnya bagi kita mengucapkan kata perpisahan.

Kita berpisah hanya sementara, namun ikatan silaturahmi tetap terjalin.

Tuhan telah menggariskan takdir kehidupan manusia masing-masing.

Kejarlah cita-citamu dan doaku selalu menyertai setiap derap langkahmu.

Akan kujaga janji persahabatan putih abu-abu sampai waktu berhenti berdetak.

 

Editor : izak-Indra Zakaria