Ulang tahun menjadi hari yang spesial untuk dirayakan oleh mayoritas masyarakat di dunia dan ditandai dengan tiup lilin.
Perayaan ulang tahun di seluruh dunia dan etnis tidak lepas dari tiup lilin berwarna warni, potong kue bersama orang tersayang, dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Salah satu lagu penggalan lirik lagu berjudul Selamat Ulang Tahun milik Gema Nada Pertiwi (GNP) Music juga mengidentikkan ulang tahun dengan tiup lilin, ‘Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga’.
Tapi apakah Anda tahu bagaimana asal mula tiup lilin dalam perayaan ulang tahun?
Dikutip jawapos.com dari Times Of India, ada beberapa teori kuno mengenai tradisi tiup lilin saat ulang tahun.
Tiup lilin saat perayaan ulang tahun bermula saat orang-orang Yunani kuno menggunakan lilin dengan api untuk memuja kelahiran dewi bulan, Dewi Artemis.
Teori berikutnya, mengenai tiup lilin saat ulang tahun berasal dari Swiss pada 1881 yaitu kalangan menengah di Swiss menganut takhayul di masa lalu dan jumlah lilin pada kue sesuai dengan usia orang tersebut.
Terakhir yaitu berasal dari kaum Pagan di Eropa selatan yang mempercayai bahwa lilin ulang tahun memiliki kekuatan simbolis.
Dahulu, diyakini bahwa roh jahat mengunjungi orang-orang pada hari ulang tahun mereka dan untuk melindungi orang yang berulang tahun.
Hal tersebut membuat mereka menyalakan lilin dan seseorang yang berulang tahun dikelilingi oleh teman dan keluarga sehingga terlindung dari roh jahat.
Kini kepercayaan tiup lilin saat ulang tahun diyakini sebagai prosesi khidmat untuk berdoa dalam hati dan menyampaikan berbagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Walaupun begitu, tradisi ini kembali lagi kepada kepercayaan masing-masing individu karena bagaimanapun doa dari orang-orang tersayang, usaha diri sendiri, dan ketetapan Yang Maha Esa yang akan menentukan harapan kita kedepannya.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria