Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Juli, Bendungan Sepaku Semoi Mulai Digenangi

Wawan-Wawan Lastiawan • Rabu, 14 Juni 2023 - 15:34 WIB
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono bersama delegasi bisnis dari Prancis di Bendungan Sepaku Semoi, Senin (12/6). Bendungan yang terletak di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku ini ditargetkan mulai digenangi pada akhir Juli nanti.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono bersama delegasi bisnis dari Prancis di Bendungan Sepaku Semoi, Senin (12/6). Bendungan yang terletak di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku ini ditargetkan mulai digenangi pada akhir Juli nanti.

SEPAKU-Salah satu infrastruktur penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini tengah dibangun adalah Bendungan Sepaku Semoi. Hingga pekan kedua Juni 2023, progres pembanguna fisik bendungan seluas 322 hektar telah mencapai 91,28 persen.

Satker Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda Zulaidi mengatakan, progres fisik tersebut meliputi beberapa bagian, seperti area main dam, spill way dan intake.

"Sementara ini kami juga sedang mengerjakan pembangunan sarana penunjang seperti kafetaria, gedung pengelola, main gate dan menara pandang," kata Zulaidi di Bendungan Sepaku Semoi, Senin (12/6) sore.

Zulaidi menambahkan, selain penyelesaian fisik bendungan, pihaknya juga menargetkan bendungan sudah dapat digenangi (impounding) pada akhir Juli nanti. Jika tak ada kendala, dia memperkirakan proses impounding butuh waktu hingga 66 hari atau dua bulan. "Tapi kemungkinan sebulan kita setop dulu. Nantinya bendungan bisa menampung air maksimal hingga 16 juta kubik," ujar Zulaidi.

Bendungan Sepaku Semoi rencananya akan menjadi sumber air utama bagi IKN dan Kota Balikpapan. Dari total kapasitas 2.500 liter per detik, sebanyak 500 liter per detik rencananya bakal dialirkan ke Balikpapan.

Namun, lanjut Zulaidi rencana pembagian air untuk IKN dan Kota Balikpapan bisa saja berubah. "Sebab Bappenas baru saja meminta agar 1.000 liter per detik yang dialirkan ke Balikpapan. Alasannya kalau hanya 500 liter per detik, pada 2025 mendatang Balikpapan sudah defisit air bersih," kata dia. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan