Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Izin Selat Hormuz Masih Abu-Abu, Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Persia

Redaksi Prokal • Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB
Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

 

PROKAL.CO- Ketidakpastian menyelimuti nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Persia. Meskipun Pemerintah Indonesia sempat mengklaim adanya "sinyal positif" dari Teheran pada medio Maret lalu, kenyataannya izin melintas di Selat Hormuz masih belum menemui titik terang. Situasi ini memaksa kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro untuk tetap membuang sauh di perairan luar sambil menunggu kepastian administratif dan keamanan.

Berdasarkan pantauan terbaru, kapal Pertamina Pride saat ini masih berada di perairan lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara itu, kapal Gamsunoro terpantau berada di sekitar lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab. Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa pemerintah masih melakukan koordinasi intensif yang melibatkan lintas sektoral di Iran.

“Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, termasuk kesiapan teknis kapal ketika izin melintas sudah diberikan,” ujar Nabyl dalam sesi pengarahan pers. Ia menjelaskan bahwa komunikasi diplomasi ini tidak hanya menyasar Kementerian Luar Negeri Iran, tetapi juga melibatkan unsur angkatan bersenjata negara tersebut mengingat Selat Hormuz merupakan wilayah dengan sensitivitas geopolitik yang sangat tinggi.

Di Teheran, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus memantau kondisi kru dan kesiapan operasional kapal, termasuk memastikan aspek pendukung seperti asuransi tetap aktif. Kendati demikian, pihak Kemlu belum bisa membeberkan kendala teknis maupun politis spesifik yang menghambat keluarnya izin resmi tersebut, serta belum dapat memastikan kapan kedua kapal tanker tersebut bisa melanjutkan pelayaran.

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam hukum internasional yang menjamin kebebasan navigasi di jalur pelayaran global. Melalui Juru Bicara I Kemlu, Yvonne Mewengkang, ditegaskan bahwa keselamatan pelaut adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga dan terus mendesak agar Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang aman dan terbuka bagi distribusi energi dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz #pertamina