TEHERAN – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal jelajah terhadap kapal milik Amerika Serikat-Israel, MSC Sariska. Aksi tersebut diklaim sebagai balasan langsung atas serangan militer AS terhadap kapal berbendera Iran, Lion Star, yang sedang berada di Teluk Oman. Berdasarkan pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh kantor berita Tasnim, hantaman rudal ke kapal MSC Sariska merupakan respons setimpal atas tindakan agresif yang sebelumnya dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat.
Menyusul insiden tersebut, situasi di jalur laut strategis tersebut kian mencekam. Melalui laporan RIA Novosti langsung dari Teheran pada Selasa, pihak IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas segala bentuk provokasi militer di kawasan tersebut. Mereka juga mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat di kawasan strategis Selat Hormuz dipastikan akan ditanggapi dengan respons yang jauh lebih tegas dan mematikan.
Eskalasi terbaru ini seketika mengancam ketenangan rapuh yang sempat diupayakan oleh kedua belah pihak setelah konflik berdarah pada awal tahun ini. Ketegangan hebat sebenarnya telah pecah sejak akhir Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel secara sepihak meluncurkan serangan udara masif ke sejumlah target vital di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Agresi militer besar-besaran tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang serta memicu kerusakan infrastruktur yang sangat parah di berbagai kota.
Setelah mendapat tekanan internasional yang kuat, Washington dan Teheran akhirnya sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada awal April. Upaya diplomasi untuk memperpanjang perdamaian kemudian berlanjut dalam sebuah perundingan damai di Islamabad, Pakistan. Namun, pertemuan tingkat tinggi tersebut berakhir buntu tanpa menghasilkan kesimpulan apa pun, meskipun saat itu kedua belah pihak sama-sama tidak mengeluarkan pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali permusuhan.
Kondisi di lapangan kembali memanas setelah Amerika Serikat dilaporkan mulai mengambil langkah sepihak dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Langkah blokade ekonomi dan militer inilah yang dinilai memicu insiden penyerangan terhadap kapal Lion Star milik Iran, yang pada akhirnya dibalas oleh IRGC lewat hantaman rudal jelajah ke kapal MSC Sariska. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak Washington maupun Tel Aviv mengenai jumlah kerugian materiil atau korban jiwa di kapal MSC Sariska, sementara keseluruhan kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz kini berada dalam status siaga satu. (*)
Editor : Indra Zakaria