Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pesawat Kargo Boeing 737 K2 Airways Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Laut Arab Setelah Menukik Vertikal

Redaksi Prokal • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:41 WIB
Pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways dilaporkan hilang kontak di Laut Arab. (Threads)
Pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways dilaporkan hilang kontak di Laut Arab. (Threads)

KARACHI — Dunia penerbangan internasional kembali dikejutkan dengan kabar duka. Sebuah pesawat kargo Boeing 737 milik maskapai K2 Airways dilaporkan hilang kontak dan diduga kuat jatuh di perairan Laut Arab pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Pesawat dengan nomor registrasi AP-BOI tersebut tengah menempuh rute penerbangan logistik dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi, Pakistan, dengan membawa lima orang awak kabin.

Berdasarkan data resmi dari Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, pesawat lepas landas dari Sharjah sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Penerbangan awalnya berjalan normal hingga pesawat mendekati wilayah udara Pakistan, di mana sistem mendeteksi adanya penurunan kecepatan yang sangat drastis secara mendadak.

Aplikasi pelacak penerbangan populer, Flightradar24, mencatat bahwa pesawat diduga kuat mengalami kehilangan daya (loss of power) sesaat sebelum menukik hampir secara vertikal ke arah laut. Sebelum sinyalnya benar-benar lenyap, pilot sempat melakukan kontak darurat dengan pihak navigasi darat.

"Awak pesawat sempat menghubungi ATC Karachi pada pukul 21.18 waktu Pakistan (PST) untuk melaporkan adanya kendala navigasi yang serius. Petugas ATC langsung memberikan panduan darurat, namun hanya berselang tiga menit, tepatnya pukul 21.21 PST, radar memperlihatkan pesawat menukik turun dengan sangat cepat disertai perubahan arah drastis sebelum akhirnya hilang dari pantauan," tulis laporan kronologi kejadian.

Titik koordinat terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan Laut Arab, atau sekitar 155 mil laut (setara 287 kilometer) di sebelah barat kota pelabuhan Karachi.

Rekam jejak digital menunjukkan bahwa armada Boeing 737 tersebut tergolong uzur karena telah berusia 27 tahun. Pesawat ini pertama kali mengudara untuk maskapai Aeroflot pada 1999, dan memiliki ikatan historis dengan Tanah Air karena pernah memperkuat jajaran armada Garuda Indonesia sejak tahun 2004. Pada tahun 2012, pesawat dialihfungsikan menjadi pesawat kargo (freighter) sebelum akhirnya diakuisisi oleh K2 Airways pada 2024.

Merespons tragedi ini, Pemerintah Pakistan langsung bergerak cepat dengan mengaktifkan Rescue Coordination Centre (RCC) dan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) berskala besar di sepanjang koridor Laut Arab.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi masif antarlini, mulai dari pengerahan kapal perang Angkatan Laut Pakistan, pesawat intai Saab milik Angkatan Udara, pesawat ATR-72 yang menyisir perairan Turbat, pesawat patroli maritim PNZ Zulfiqar, hingga bantuan kapal dagang komersial Lahore milik korporasi pelayaran nasional.

Hingga saat ini, proses pencarian puing-puing pesawat serta nasib kelima kru di tengah ombak Laut Arab masih terus diupayakan secara intensif. Otoritas Pakistan menegaskan belum bisa berspekulasi mengenai penyebab pasti kecelakaan dan memilih fokus pada evakuasi serta pengumpulan data investigasi lapangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Musibah Penerbangan #pesawat jatuh #pesawat hilang