Saling Serang Makin Memanas, Rudal Iran Tewaskan Dua Personel Pertahanan Udara AS

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:44 WIB
Dua prajurit AS tewas akibat serangan Iran.
Dua prajurit AS tewas akibat serangan Iran.

 

WASHINGTON – Pentagon akhirnya merilis identitas dua personel militer Amerika Serikat yang tewas akibat serangan rudal balasan Iran di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Gugurnya kedua prajurit artileri pertahanan udara ini semakin menegaskan eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian tak terkendali.

Dua prajurit yang gugur tersebut adalah Prajurit Satu (Pvt.) Isabella Gonzales yang baru berusia 19 tahun asal Carrollton, Texas, serta Letnan Satu (First Lt.) Tyler James Feehan yang berusia 25 tahun asal Ewa Beach, Hawaii. Gonzales mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, sedangkan Feehan menyusul gugur pada Sabtu.

"Prajurit Isabella Gonzales ditempatkan di 10th Army Air Missile Defense Command di Ansbach, Jerman, sedangkan Letnan Tyler Feehan bertugas di 32nd Army Air Missile Defense Command di Fort Bragg, North Carolina," tulis penyataan resmi Pentagon saat mengonfirmasi unit tugas kedua korban.

Nama Isabella Gonzales secara khusus menyedot perhatian publik Amerika Serikat. Di usianya yang amat muda, ia tercatat sebagai korban termuda yang gugur dalam jajaran militer AS sejak perang memanas usai operasi militer akhir Februari lalu. Perempuan tersebut baru saja menyelesaikan pendidikannya di Hebron High School, Texas, sekitar setahun lalu sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Angkatan Darat AS sebagai pengoperasi sistem pertahanan udara.

"Keputusannya untuk langsung mengabdi kepada negara tepat setelah lulus sekolah menunjukkan karakter yang luar biasa dari sosoknya," ungkap juru bicara Lewisville Independent School District memberikan penghormatan terakhirnya.

Serangan mematikan tersebut tidak hanya merenggut nyawa Gonzales dan Feehan. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah menemukan sisa-sisa jasad lainnya.

"Sisa-sisa jasad yang berhasil ditemukan di lokasi reruntuhan diduga kuat merupakan seorang tentara AS yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang saat serangan terjadi," terang pejabat tersebut pada Minggu.

Selain menyebabkan korban jiwa, hantaman rudal Iran ini turut melukai sejumlah personel lainnya. Empat prajurit AS yang sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Yordania kini telah dipulangkan, sementara beberapa tentara yang mengalami luka ringan dilaporkan sudah kembali bertugas.

Situasi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz diperkirakan akan makin memanas. Menyusul insiden gempuran pangkalan di Yordania ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak tinggal diam dan telah kembali melancarkan gempuran balasan ke wilayah Iran. (*)

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pentagon iran