PROKAL.CO- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal terbaru di wilayah tersebut. Langkah ini semakin memupus harapan untuk mencapai kesepakatan damai yang stabil di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut.
Militer Bahrain mengonfirmasi adanya serangan tersebut melalui pernyataan resmi di platform X. Pihak Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan bahwa Iran terus melanjutkan pendekatan bermusuhan secara sistematis melalui serangan yang menargetkan kawasan sipil di Kerajaan Bahrain.
Di saat yang sama, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan dini dan membunyikan sirene bahaya di kota Dammam, kawasan timur Arab Saudi. Langkah ini diambil guna memperingatkan warga akan potensi ancaman udara terkait serangan dari Iran.
Eskalasi ini juga berdampak pada negara tetangga. Pihak militer Yordania mengonfirmasi bahwa mereka berhasil mengintersepsi sejumlah rudal dan pesawat nirawak (drone) yang melintas di wilayah udaranya. Dari enam rudal yang diluncurkan dari Iran, empat di antaranya berhasil dihancurkan di udara, sementara dua lainnya jatuh di area terpencil.
Dampak dari gelombang serangan ini turut mengganggu sektor penerbangan sipil. Maskapai Arkia rute Tel Aviv menuju Eilat dilaporkan harus mengubah jalur penerbangannya demi menghindari potensi bahaya di ruang udara kawasan.
Eskalasi perseteruan di Timur Tengah terus memuncak sejak serangan udara beruntun oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat senior. Meskipun sempat ada kesepakatan memorandum kesepahaman (MoU) yang difasilitasi oleh Pakistan pada Juni lalu, aksi saling balas serangan antara pihak-pihak yang bertikai hingga kini masih terus terjadi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co