PROKAL.CO- Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah kian membara setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyelesaikan serangan malam ke-12 secara berturut-turut terhadap target-target militer di Iran. Operasi udara yang dimulai sejak Kamis dini hari pukul 01.00 waktu setempat berakhir lima jam kemudian.
Menurut keterangan resmi CENTCOM, gelombang gempuran terbaru ini menyasar berbagai fasilitas vital militer Iran, mencakup kapabilitas maritim, gudang penyimpanan rudal dan drone, lokasi pengawasan pesisir, hingga aset pertahanan udara. Pihak militer AS menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mengikis kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial dan pelaut sipil di jalur internasional. Sejak memberlakukan kembali blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran, CENTCOM mengklaim telah mengalihkan rute sembilan kapal komersial dan melumpuhkan satu kapal lainnya.
Gertakan Donald Trump dan Peningkatan Gelombang Pasukan
Eskalasi ini diiringi pernyataan tegas dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri sebuah acara di Georgia. Trump menyatakan keraguannya bahwa Iran siap mencapai kesepakatan damai, seraya menilai Teheran selalu berusaha mengubah kompromi yang telah disepakati. Melalui platform Truth Social, Trump bahkan melontarkan ancaman terbuka dengan menegaskan bahwa AS akan "membom dan menghancurkan" jembatan atau pembangkit listrik di Iran—termasuk yang berada di dekat Teheran—setiap kali Iran menyerang kapal di Selat Hormuz.
Seiring meningkatnya gempuran udara, AS juga dilaporkan memperkuat pangkalan militernya di kawasan. Laporan Wall Street Journal mengutip data pelacakan penerbangan dan pejabat AS menyebutkan bahwa pengerahan personel militer, tim medis, serta persenjataan tambahan terus dikirim dari AS ke Timur Tengah.
Gencatan Senjata Runtuh di Selat Hormuz
Kondisi keamanan di jalur perdagangan energi global tersebut kini berada di titik nadir. Kesepakatan gencatan senjata yang sempat disetujui pada pertengahan Juni lalu dilaporkan runtuh total setelah pertempuran kembali pecah bulan ini di sekitar Selat Hormuz, rute vital pengapalan energi dunia yang kini praktis tertutup. Di saat AS terus membombardir wilayah Iran siang dan malam, Teheran juga membalas dengan meluncurkan serangan ke arah aset militer AS dan wilayah negara-negara sekutunya di seluruh kawasan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co