Guncangan Dahsyat M7,1 Lumpuhkan Kumamoto: Bangunan AEON Mall Runtuh dan Korban Jiwa Dikhawatirkan Melonjak

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:37 WIB
Kerusakan di pusat perbelanjaan AEON Mall di Kota Kashima setelah gempa bumi kuat mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, Selasa (28/7). (Kyodo)
Kerusakan di pusat perbelanjaan AEON Mall di Kota Kashima setelah gempa bumi kuat mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, Selasa (28/7). (Kyodo)

PROKAL.CO- Bencana gempa bumi berdaya rusak tinggi kembali melanda wilayah selatan Jepang setelah guncangan hebat bermagnitudo 7,1 menerjang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu pada Selasa. Peristiwa yang melumpuhkan berbagai lini kehidupan warga lokal ini memicu kepanikan masal serta kerusakan infrastruktur yang meluas, dengan titik episentrum darat yang meretakkan kawasan perkotaan hingga memicu insiden tragis di pusat keramaian publik.

Salah satu dampak terparah berpusat di Kota Kashima, tempat di mana kompleks perbelanjaan megah AEON Mall mengalami kehancuran struktural hebat. Menyusul laporan terjadinya ledakan keras yang diiringi bumbungan asap putih tebal dari dalam area gedung, lantai dua bangunan tersebut roboh secara mendadak. Berdasarkan data awal dari otoritas kepolisian setempat, kekhawatiran memuncak akan ditemukannya banyak korban jiwa yang tertimbun puing-puing reruntuhan beton dan besi. Rekaman udara yang diambil sesaat setelah kejadian memperlihatkan betapa parahnya tingkat kerusakan, di mana dinding luar gedung tampak terkelupas hebat hingga menyingkap rangka baja interior yang meliuk akibat hantaman energi gempa.

Upaya penyelamatan berjalan dalam suasana penuh ketegangan mengingat puluhan karyawan dilaporkan hilang kontak dan diduga terjebak di bawah reruntuhan. Kendati demikian, tim tanggap darurat berhasil mengevakuasi beberapa korban selamat dalam kondisi sadar untuk segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Sebelum insiden keruntuhan total terjadi, ratusan pengunjung dan staf dikabarkan sempat berhamburan menyelamatkan diri menuju area parkir terbuka, menyaksikan detik-detik terlepasnya panel-panel bangunan mall tersebut.

Skala guncangan ini mencatatkan tingkat intensitas Shindo 7, yang merupakan level tertinggi dalam sistem pengukuran gempa bumi di Jepang. Ini merupakan kali pertama skala maksimum tersebut tercatat kembali sejak gempa dahsyat yang mengguncang Semenanjung Noto pada awal Januari 2024. Dampak kehancuran tidak berhenti di satu titik. Rumah sakit di berbagai kawasan terdekat, seperti Kota Hikawa dan Kota Kumamoto, terus dibanjiri puluhan korban luka yang membutuhkan penanganan medis darurat, termasuk sejumlah warga yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Di Kota Uki, kobaran api membubung di beberapa pemukiman warga akibat korsleting dan kebocoran gas pascagempa, membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras di tengah kehancuran fisik kota.

Lumpuhnya aksesibilitas transportasi menjadi kendala besar dalam proses penanganan bencana ini. Kerusakan berat melanda struktur jalan layang Tol Kyushu di Kota Yatsushiro, sementara jembatan penyeberangan pejalan kaki di wilayah yang sama runtuh total. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, operator kereta api merespons cepat dengan menghentikan operasional seluruh jaringan Shinkansen Kyushu dan jalur lokal, disusul penutupan sejumlah ruas jalan tol utama guna mencegah potensi bahaya susulan.

Merespons krisis yang membesar, Pemerintah Jepang bergerak cepat dengan membentuk satuan tugas penanggulangan bencana tingkat nasional yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Ribuan personel Pasukan Bela Diri Jepang diterjunkan secara masif ke lokasi-lokasi terdampak parah atas permintaan pemerintah daerah guna mempercepat evakuasi dan pembukaan jalur logistik. Dalam pernyataannya, Perdana Menteri menegaskan belasungkawa mendalam dan menekankan bahwa keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama pemerintah saat ini, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap bersiap menghadapi potensi gempa susulan berkekuatan besar yang berpeluang terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Secara teknis geologi, Badan Meteorologi Jepang menjelaskan bahwa guncangan mematikan ini dipicu oleh aktivitas pergeseran sesar horizontal. Meskipun garis episentrum berada cukup dekat dengan zona sesar historis yang pernah meluluhlantakkan Kumamoto pada 2016 silam, para ahli masih melakukan pengkajian mendalam untuk memastikan keterkaitan antar-struktur geologi tersebut. Di tengah ancaman gempa susulan, pengawasan ketat terhadap instalasi vital memastikan bahwa seluruh fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman tanpa kelainan teknis, sementara peringatan dini tsunami yang sempat berembus akhirnya resmi dicabut.

Kini, puluhan ribu rumah warga terpaksa melewati malam dalam kegelapan akibat terputusnya aliran listrik secara meluas. Tantangan kemanusiaan diperberat oleh gelombang cuaca panas ekstrem yang sedang menerjang Jepang dengan suhu udara yang diproyeksikan melonjak tinggi mendekati 39 derajat Celsius. Kombinasi cuaca terik dan minimnya fasilitas pendingin pascabencana menambah potensi risiko kesehatan seperti serangan panas bagi warga di pengungsian, menambah daftar panjang ujian bagi wilayah Kumamoto yang sebelumnya juga pernah berjuang bangkit dari kehancuran gempa bumi berskala besar satu dekade lalu. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : jawapos.com
jepang gempa