POKAL.CO- Gelombang protes tengah menerjang pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat setelah sebuah insiden penilaian viral di jagat maya. Keriuhan ini bermula dari ketidakpuasan SMAN 1 Pontianak terhadap keputusan dewan juri yang dianggap tidak objektif dalam menilai jawaban peserta pada sesi tanya jawab. Sekolah unggulan di Pontianak tersebut secara resmi menuntut klarifikasi atas perbedaan skor yang mencolok, padahal substansi jawaban yang disampaikan identik dengan peserta lain.
Pemicu utama polemik ini adalah pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tim dari SMAN 1 Pontianak secara lugas menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Namun, alih-alih mendapatkan poin, juri yang diketuai oleh Dyastasita Widya Budi justru memberikan penalti minus lima. Ironisnya, ketika pertanyaan serupa dilempar ke SMAN 1 Sambas dan dijawab dengan kalimat yang hampir persis sama, juri justru memberikan nilai sempurna 10 sembari memuji bahwa inti jawabannya sudah benar.
Ketegangan meningkat saat peserta dari SMAN 1 Pontianak mencoba melakukan interupsi dengan sopan untuk membela hak mereka. Mereka menegaskan bahwa poin mengenai keterlibatan DPD sudah disebutkan dengan jelas, bahkan sampai meminta penonton di studio menjadi saksi. Sayangnya, upaya protes tersebut disambut dengan sikap kaku dari pihak penyelenggara. Alih-alih melakukan pengecekan ulang atau meninjau rekaman, dewan juri tetap pada pendiriannya, sementara pembawa acara (MC) justru melontarkan pernyataan yang dinilai meremehkan dengan menyebut bahwa hal tersebut mungkin hanya perasaan peserta saja.
Respons juri lainnya, Indri Wahyuni, yang menekankan masalah artikulasi sebagai pembelaan atas nilai minus tersebut, justru semakin menyulut api kemarahan netizen. Warganet menilai alasan artikulasi hanyalah upaya pembenaran atas kekurangtelitian juri dalam menyimak jawaban. Akibatnya, akun Instagram resmi MPR RI langsung diserbu ribuan komentar pedas yang mempertanyakan kompetensi dan integritas tim penilai. Banyak pihak menyayangkan sikap penyelenggara yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan keadilan, terutama dalam ajang yang membawa misi penguatan konstitusi dan pilar kebangsaan.(*)
Editor : Indra Zakaria