Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Modal Kecil, Budidaya Jamur Sangat Potensial

izak-Indra Zakaria • Minggu, 30 Agustus 2020 | 12:03 WIB
ilustrasi
ilustrasi

PONTIANAK – Prospek dan peluang budidaya jamur sekarang ini sangat besar karena tengah menjadi tren sayuran alternatif di masyarakat. Selain cita rasanya lezat, bergizi tinggi, bisa pula digunakan sebagai makanan alternatif untuk pengobatan.

Elisabeth Lilis, pengusaha dan pemilik Sentra Budidaya Jamur Rumah Produksi RimaAih Jamur, Kubu Raya mengatakan modal untuk budidaya jamur relatif kecil, sehingga bisa dilakukan oleh industri rumahan.

“Budidaya jamur fleksibel sehingga dapat dilakukan siapa saja, dimana saja, kapan saja dan tidak mengenal musim, dapat dijalankan dalam skala rumah tangga/kecil, menengah bahkan dengan teknologi modern. Budidaya jamur mempunyai waktu panen yang singkat 45 hari memetik hasil, tidak membutuhkan biaya pakan, obat-obatan, dan pupuk,” ujarnya.

Jika ada lahan pekarangan seukuran sekitar 100 m², maka setidaknya bisa menampung sekita 7.500 baglog (media tumbuh) jamur. Adapun jenis jamur yang dapat dikembangkan secara komersial diantaranya Jamur Merang (Volvariella volvaceae), Jamur Tiram ( Pleurotus sp ), Jamur Kuping (Auricularia polytricha), Jamur Shitake (Lentinula edodes), Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum).

Namun di Sentra Budidaya Jamur Rumah Produksi RimaAih Jamur, yang berada di Bukit Laet Indah, Kabupaten Kubu Raya, Jalan Trans Kalimantan, Kilometer 73 dari arah Pontianak menuju Simpang Ampar,  yang dikembangkan hanya jamur tiram putih, jamur tiram coklat dan jamur kuping. Pihaknya tidak saja memproduksi jamur di sektor hulu tetapi juga memberi contoh bagaimana proses hilir dari produk jamur tersebut diolah menjadi aneka jenis kuliner yang menggugah selera.

Merespon besarnya animo masyarakat untuk mengenal budidaya jamur, Lilis mengemukakan, ke depan pihaknya selaku pemilik Rumah Produksi RimaAih Jamur akan membuat paket-paket pelatihan diantaranya paket budidaya jamur, paket pembibitan jamur, paket pelatihan lengkap dan paket agrowisata jamur.

“Secara spesifik kita pun akan mempersiapkan kelas khusus perempuan agar memanfaatkan waktu, lahan pekarangan yang ada di sekitar rumah sekecil apapun, pasti masih punya ruang untuk menempatkan baglog, sehingga bisa merasakan, menikmati panen jamur milik sendiri untuk keperluan konsumsi di rumah sendiri,”ujar Lilis yang bernaung di Lembaga Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa.

Sementara itu Vincent J dari Center for Integrated Services of SMEsCo, PLUT-KUMKM Kalbar mengatakan, menjadi tren karena bisa diolah menjadi aneka penganan. Selain cita rasanya lezat dan bergizi tinggi ini mampu mewarnai kuliner modern dengan menghadirkannya dalam menu jamuan keluarga dan jamuan khusus lainnya. (ars)

Editor : izak-Indra Zakaria