Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji geram dengan tingkah kontraktor nakal yang mengerjakan proyek pembangunan secara asal-asalan. Salah satunya yang terjadi di 2022, pada proyek pembangunan waterfront di Kabupaten Sambas. Sutarmidji kecewa dengan kontraktor yang terkesan main-main dengan pembangunan yang menggunakan anggaran Pemprov itu.
“Contoh misalnya waterfront di Sambas, tawarannya buang 12 persen, kemudian disubkan, subkan lagi, subkannya sampai tiga kali, ape bende (proyek) tu tak hancur, manaskan (bikin marah) kite jak. Sudah kita blacklist (kontraktornya), sama orang-orangnya, termasuk konsultan pengawasnya,” tegasnya.
Untuk memberikan efek jera, ia meminta semua yang terlibat dalam pembangunan waterfornt itu dimasukkan ke dalam daftar hitam. Bukan hanya perusahaan atau kontraktornya tapi orang-orangnya secara pribadi.
“Kadang masalah proyek-proyek ini, sudah lah dia (kontraktor) nawar–buang sampai 20 persen, setelah itu di-subkan-nya lagi, yang nge-sub disubkan lagi, jadi bejual proyek, yang kayak gini perusahaannya di-blacklist, sama orang-orangnya,” katanya lagi. Jika ada pihak yang tak terima dengan keputusan itu, Midji-sapaan karibnya mempersilahkan menggugat. Hal itu bisa dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Kalau tidak setuju dengan putusan saya, silakan gugat di TUN (Tata Usaha Negara). Habis dia gugat kita di TUN, tinggal kita laporkan ke APH (aparat penegak hukum), kan begitu saja,” ucapnya.
Terkait kelanjutan pembangunan waterfront Sambas, Midji mengatakan, tahun ini telah dianggarkan ulang. Termasuk untuk desain dan perencanaannya juga bakal diubah dari yang sebelumnya. Dari perhitungannya diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp10 miliar lebih.
“Sudah kita desain ulang, secepatnya ditender, anggarannya ditambah, Insyallah sebelum berakhir masa jabatan saya, sudah harus selesai, karena itu janji. Saya rasa janji saya tinggal itu saja, yang lain tidak ada lagi, sudah selesai semua. Jadi saya minta (waterfront di Sambas) itu cepat diselesaikan,” pungkasnya. (bar)
Editor : izak-Indra Zakaria