Sebuah jembatan gantung di Dusun Kalak, Desa Nanga Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, ambruk, Kamis (17/8) sore. Sebanyak 32 orang mengalami luka-luka.
Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Rahmad Kartono mengatakan, peristiwa ambruknya jembatan gantung tersebut terjadi saat warga sekitar sedang menyaksikan perlombaan tangkap bebek dalam rangka HUT RI ke 78, yang digelar oleh RT setempat di Sungai Teluk Kemarau.
Jembatan yang dibangun pada tahun 2014 tersebut mendadak roboh, sehingga warga yang menonton dari jembatan pun langsung terjun bebas.
Sementara itu sejumlah warga yang berada di sungai tertimpa jembatan dan mengakibatkan cidera.
“Benar. Peristiwa itu terjadi saat warga Dusun Kalak, Desa nanga Mentukak sedang menonton perlombaan tangkap bebek menyarakan HUT RI di Sungai Teluk Kemarau," kata Rahmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/8) malam.
"Tiba-tiba jembatan tersebut ambruk dan menimpa beberapa warga yang ada di bawahnya, sehingga menimbulkan luka-luka dan cidera serius,” kata tambahnya.
Menurut Rahmad, beberapa masyarakat sudah menghimbau kepada warga agar tidak menonton dari atas jembatan.
Namun terdapat beberapa warga yang tidak mendengar himbauan tersebut, yang mana jembatan gantung tersebut sudah tidak layak menahan beban yang berat.
“Untuk sementara jumlah korban luka mencapai 32 orang. Dan sudah dibawa menuju puskesmas Nanga Taman untuk dilakukan penanganan medis. Ada pula yang dirujuk ke RSUD Sekadau,” terangnya. (arf)
Editor : izak-Indra Zakaria