Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Empat Kabupaten Dalam Siaga Bencana

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Rabu, 16 Januari 2019 - 19:55 WIB

BANJARMASIN - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, membuat sejumlah kawasan di Banua mulai terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, sudah ada empat daerah yang siaga bencana.

"Daerah yang berstatus siaga bencana banjir, longsor dan puting beliuang ialah Kabupaten Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Balangan," Kepala BPBD Kalsel Wahyudin.

Dia mengungkapkan, dua dari empat daerah tersebut saat ini sudah tergenang banjir. Yaitu, Balangan dan Tapin.

"Berdasarkan prakiraan BMKG bulan Januari sampai Februari puncak musim hujan, jadi intensitas hujan tinggi. Maka dari itu, BPBD Kalsel juga sudah menetapkan status siaga bencana sejak 1 Januari hingga 30 April 2019," ungkapnya.

Khusus untuk banjir di Balangan, pria yang akrab disapa Ujud ini menyampaikan bahwa air merendam tiga desa pada Senin (14/1) tadi. Yaitu, Desa Putat Basiun, Desa Badalungga dan Desa Awayan Badalungga.

"Info terkini beberapa rumah yang terendam sudah berangsur surut. Namun jika hujan deras kembali terjadi, kemungkinan debit air akan naik lagi," ujarnya.

Sedangkan untuk daerah Kabupaten Tapin, dia menyebut mulai terendam Selasa (15/1) kemarin. Titik banjir sendiri berada di kawasan Rangda Malingkung, Kupang, Lumbu, Labuhan dan Taibah.

"BPBD Kabupaten Tapin kami minta agar terus memantau daerah yang berpotensi banjir, tanah longsor dan puting beliung. Serta, selalu melaporkan perkembangan di lapangan," kata Ujud.

Ditanya kondisi cuaca di wilayah Kalsel secara keseluruhan, dia mengungkapkan bahwa masyarakat harus waspada. Sebab, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang mengintai sejumlah wilayah.

Seperti, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kotabaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Batola dan Tapin.

"Jadi walaupun daerahnya belum siaga bencana, masyarakat tetap harus waspada," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi bencana, dia menuturkan bahwa BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pemantauan dan monitoring situasi serta kondisi wilayah di semua kabupaten/kota.

"Anggota juga rutin melakukan kegiatan perekapan data dan pelaporan bencana. Serta, pengecekan peralatan radio komunikasi dan pengoperasian call center BPBD Kalsel supaya mudah dihubungi masyarakat," tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi (BMKG) Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto menjelaskan, tingginya curah hujan dikarenakan bulan ini diprediksi sedang berada di puncak musim hujan.

"Secara keseluruhan puncak hujan terjadi pada Desember 2018 sampai Januari 2019," jelasnya.

Untuk iklim pada Dasarian I Januari 2019, dia menyebut seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprakirakan mengalami hujan dengan kriteria menengah (50-150 mm). Dengan peluang di atas 60 persen. (ris/ay/ran)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua Cuaca Extrem