52 siswa Sekolah Dasar mengikuti lomba bercerita Bahasa Indonesia. Event ini digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin, di Balai Kota, kemarin (12/3) pagi.
Lomba ini adalah rangkaian seleksi. Mencari bibit berbakat untuk mewakili Banjarmasin dalam lomba serupa di tingkat provinsi.
Ketua pelaksana lomba, Mingsih Afrianthy menyebut, lomba ini adalah ajang pembuka. Yang kemudian berlanjut hingga nasional.
"Yang menjadi juara nanti akan kami ikutkan dalam seleksi provinsi. Memperebutkan tiket menuju event nasional di Jakarta, September nanti" ucap Mingsih.
Tahun ini, antusias peserta meningkat. 2018 lalu, jumlahnya tak sampai 52 orang. Karena itu, penyelenggara mengurangi durasi bercerita. Yang biasanya 13 hingga 15 menit, dipangkas menjadi 10 menit.
Semua peserta yang ikut mewakili SD negeri maupun swasta di kota ini. Setelah sebelumnya menjalani seleksi di sekolah masing-masing.
Salah satu peserta bernama Salma Rafida. Siswi kelas lima SDN Belitung Selatan 5 ini terpilih mewakili sekolahnya setelah mengalahkan empat temannya.
"Ada lima orang yang mengikuti seleksi, dan pilihan kami jatuh kepadanya (Salma, Red) untuk mengikuti lomba bercerita Bahasa Indonesia di tingkat kota," terang Hadiannor, Guru SDN Belitung Selatan 5 Banjarmasin yang mendampingi bocah itu.
Pada seleksi kemarin, Salma bercerita soal Kembang Barenteng dan Nini Randa. Meski ceritanya terdengar mengalir, ia mengaku tetap merasa gugup. Padahal, sudah tiga kali dirinya mengikuti lomba serupa. Maklum saja, ada banyak orang ada di hadapannya.
"Saya menceritakan sosok seorang nenek yang hidup di hutan Pengambangan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia merangkai bunga untuk dijual, dan mengajarkan kepada warga untuk melesrtarikannya," ceritanya.
Sementara itu, Kabid Perpustakaan Kota Banjarmasin, Ratna Nirmalawati mengatakan, lomba ini adala program nasional. Digagas oleh Perpustakaan Nasional.
Menurut Ratna, lomba ini bertujuan mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak. Memberikan ruang untuk berimajinasi, dan mengajarkan mereka berbicara di depan orang banyak.
"Jadi anak-anak juga lebih mengetahui budaya daerah. Tidak hanya budaya dari luar saja, juga mengajarkan mereka bisa pintar mendongeng," ucapnya.
Perlu diketahui, gelaran ini dimulai sejak kemarin, dan akan diakhiri besok (14/3). Lomba tak cuma untuk siswa SD. Tapi juga tingkat SMP dan SMA, yang khusus mengikuti lomba Bakisah Bahasa Banjar. (mr-154/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin