BANJARBARU - Ratusan jemaah calon haji (JCH) Kalsel kloter 01 asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kota Banjarmasin, Selasa (9/7) kemarin telah diberangkatkan menuju Madinah, melalui Bandara Syamsudin Noor.
Sayangnya, calon haji yang bertolak ke Tanah Suci jumlahnya berkurang dari rencana semula. Ada tujuh orang yang tidak bisa diberangkatkan lantaran sakit dan meninggal dunia.
"Total jemaah dan petugas yang diberangkatkan semestinya 325 orang, tapi hanya tersisa 318 orang. Karena, satu meninggal dunia dan enam lainnya dalam kondisi sakit," kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi.
Dia mengungkapkan, para jemaah yang meninnggal dunia dan sakit seluruhnya berasal dari HSS. Di mana, dua diantaranya sebenarnya sudah masuk asrama. Akan tetapi, sehari sebelum diberangkatkan kondisinya tiba-tiba droop. "Yang dua itu dirawat di sini. Tapi, yang empat lainnya dirawat di daerahnya masing-masing," ungkapnya.
Lanjutnya, bagi jemaah yang belum bisa diberangkatkan karena sakit akan dimutasi ke kloter lain. Dengan catatan, kondisinya sudah membaik. "Mereka masih punya kesempatan, kalau keadaannya membaik dan siap terbang bisa dimasukkan ke kloter 02 atau kloter selanjutnya," ucapnya.
Jemaah kloter 01 sendiri diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Air Bus 330 Seri 200 dengan nomor penerbangan GIA 8201 pada pukul 12.20 Wita. Setelah sebelumnya, masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Senin (8/7) sore.
Fahmi menuturkan, sebelum sampai Madinah pesawat akan transit selama satu jam di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, untuk mengisi bahan bakar. "Transit diberlakukan untuk penerbangan semua kloter," tuturnya.
Diperkirakan, pesawat akan tiba di Bandara AMMA Madinah pada pukul 19.35 WAS. Fahmi mengimbau, agar jemaah selalu menjaga kesehatannya selama berada di Arab Saudi. "Cuaca di sana sangat panas, jemaah harus sering minum air putih. Jangan sampai merasa haus," imbaunya.
Sementara itu, Ketua Kloter 01 M Rafii memastikan jemaah yang diberangkatkan dalam kondisi sehat. "Jemaah yang boleh berangkat semuanya dalam kondisi sehat. Ada enam yang sakit, mereka belum bisa diberangkatkan," ujarnya.
Dia menjelaskan, enam jemaah yang sakit rata-rata menderita hipertensi dan hemoglobin (HB) rendah. "Dua orang yang sempat masuk asrama haji dan kini dirawat di klinik asrama serta di RS Ratu Zalecha juga menderita hipertensi dan HB-nya rendah," jelasnya.
Amnah Musi, salah seorang jemaah lansia berusia 78 tahun asal HSS mengaku senang dirinya bisa diberangkatkan. Meski harus menggunakan kursi roda. "Sebenarnya bisa saja berjalan, tapi lambat. Mungkin karena faktor usia. Jadi terpaksa pakai kursi roda," katanya.
Dia mengaku menunggu antrean selama tujuh tahun,untuk bisa diberangkatkan haji pada tahun ini. "Untung bisa dimajukan, jadi bisa barengan dengan anak dan menantu sebagai pendamping saya," bebernya.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapkan selamat kepada para calon haji, karena punya kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima. "Mudah-mudahan seluruh jemaah dalam kondisi sehat selama di Tanah Suci. Jangan lupa doakan Banua supaya masyarakatnya sejahtera," ucapnya saat melepas JCH kloter 01 ke Bandara Syamsudin Noor.
Dia meminta, agar seluruh jemaah mengikuti aturan yang sudah ditentukan pemerintah Arab Saudi. "Tapi saya yakin jemaah kita mudah diatur. Sebab, Kerajaan Arab Saudi mengakui bahwa jemaah Indonesia yang paling baik," pungkasnya.
Setelah diberangkatkannya jemaah kloter 01, direncanakan kloter 02 asal Kabupaten Tabalong akan memasuki Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Rabu (10/7) hari ini pada pukul 07.00 Wita dan akan diberangkatkan pada esok harinya menuju Madinah, Arab Saudi pada pukul 03.05 Wita. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin