Tak terasa Jembatan Barito sudah lebih dari 22 tahun. Jembatan yang menghubungkan Kalteng dan Kalsel ini mulai mengalami pengikisan di beberapa titik lantai.
---
Termakan umur dan berbahaya. Begitulah pengikisan di lantai jembatan Barito. Panjangnya bahkan mencapai 250 meter. Sebelumnya, kondisi demikian pernah ditangani pada bulan Juni lalu sepanjang 300 meter.
“Harus ditangani. Kami tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kalau dibiarkan bisa bolong sampai ke bawah,” terang Kasatker Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah, baru-baru tadi.
Dia menyebut, jembatan yang menjadi satu-satunya akses ke Provinsi Kalteng ini sangat vital. Belum lagi angkutan besar kerap melintas di sana. “Hanya lantainya ada retak kecil. Tapi kalau dibiarkan akan semakin besar dan berbahaya,” tambahnya.
Sebelum ada jembatan ini, masyarakat yang ingin ke Kalteng atau Batola memang mengandalkan jalur transportasi sungai seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya. Vitalnya fungsi jembatan Barito membuat penanganan harus maksimal.
Penanganan lantai jembatan ini termasuk kontrak perawatan dan pemeliharaan jalan nasional di Kalsel. Jika ditotal panjang yang ditangani mencapai 146 Km.
“Bulan Juni lalu sudah kami tangani sepanjang 300 meter. Di tahap ke-2, rencananya tanggal 22 Agustus, akan kami tangani lagi dengan panjang 250 meter,” ungkapnya.
Selama penanganan, praktis lalu lintas di ruas jalan ini akan sedikit terganggu dan kemacetan tak akan terelakkan. Satker melakukan buka tutup arus jalan secara bergantian.
“Mau tak mau bergantian. Ini yang harus dipahami pengguna jalan,” tukasnya.
Menggunakan ruas jalan ini secara bergantian, akan dirasakan warga selama dua minggu. Pasalnya, melakukan penanganan lantai jembatan ini berbeda dengan pengaspalan jalan pada umumnya.
Diterangkannya, penanganan lantai jembatan yang terbuat dari beton, dilakukan dengan model injeksi grouting atau menyuntik bagian titik beton yang mengalami keretakan.
“Dikerjakan siang malam. Mudah-mudahan bisa cepat dan selesai sebelum itu,” terang pria yang akrab disapa Iril itu.
Penanganan serupa lantai jembatan sudah pernah dilakukan pada tahun 2014 lalu. Sedangkan yang ditangani ini adalah yang tersisa.
“Sebenarnya pernah dilakukan penanganan, tapi masih ada yang tersisa. Tahun ini kami tuntaskan,” janjinya.
Perbaikan jembatan ini adalah bagian dari kontrak pemeliharan ruas jalan nasional dari batas Kapuas hingga ke Anjir Pasar, termasuk ruas jalan Ahmad Yani hingga ke Asam-Asam. Total perawatan jalan ini nilainya cukup besar. Mencapai Rp14 miliar.
“Jika ditotal dengan lantai jembatan. Panjang jalan nasional yang ditangani mencapai 146 Km,” papar Iril.
Arif Abdurrahman, warga Anjir Muara mengharapakan, ketika penanganan nanti petugas harus terus ada mengatur arus lalu lintas. “Jangan sampai ada kemacetan panjang karena petugas tak ada,” pesannya. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin