Sejarah Tarian Baksa Kembang di Kalsel, Ternyata Berasal dari Daerah ini
izak-Indra Zakaria• 2022-06-11 13:13:13
PENARI: Rupa penari yang memainkan Baksa Kembang.
BAKSA Kembang boleh disebut sebagai tarian tradisional yang paling populer di Kalimantan Selatan. Tapi, dari mana asalnya?
Jawabannya dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tepatnya di Desa Barikin Kecamatan Haruyan. Tarian ini sudah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2016.
Baksa Kembang adalah tarian Banjar untuk menyambut para tamu. Bisa dimainkan penari tungga, atau berkelompok. Jika berkelompok, syaratnya jumlah penarinya harus ganjil. “Ini tarian persembahan. Berbeda dengan tarian berpasangan,” kata Wakil Ketua Dewan Kesenian HST Masruswian, Rabu (8/6).
Dahulu kala, Baksa Kembang hanya ditampilkan di lingkungan Kerajaan Negara Dipa. Khusus untuk menyambut tamu-tamu raja. Berlanjut hingga masa Kerajaan Negara Daha, sampai sekarang. “Tarian ini hanya ditampilkan di dalam keraton. Ada pakem khususnya. Tapi sekarang pakemnya bergeser, menjadi tarian rakyat. Jadi semakin mudah menjumpainya di acara pemerintahan, pernikahan atau festival,” lanjutnya.
Sesuai namanya, tarian ini membutuhkan bunga-bungaan. Dari mawar, kantil dan kenanga. Dirangkai menjadi satu. Rangkaian itu dinamai kembang bogam. “Kembang bogam inilah yang diserahkan penari kepada tamu yang disambut,” ujarnya.Tarian ini menggambarkan para remaja cantik yang bermain di taman. Menari-nari diiringi gamelan dengan irama ayakan, janklong dan kembang muni. Seiring waktu, kreasinya kian banyak. Contoh dari segi busana. Sekarang, penarinya boleh mengenakan jilbab. Dulu tidak bisa.
“Kreasi sebagai upaya pelestarian, agar sajiannya semakin menarik,” tutup Masruswian. (mal/gr/fud)