Jalan Trans Kalimantan yang Longsor Akibat Tambang Belum Bisa Diperbaiki
izak-Indra Zakaria• Minggu, 9 Oktober 2022 - 18:30 WIB
MENUNGGU REKLAMASI: Pemandangan lubang tambang ini terlihat dari tepi jalan nasional di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. FOTO: ZALYAN S ABDI/RADAR BANJARMASIN
Masyarakat Batulicin diminta bersabar. Jalan Trans Kalimantan kilometer 171 di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu yang nyaris putus, tidak akan diperbaiki dalam waktu dekat.
Alasan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI, perbaikan permanen memerlukan kajian matang.
Kalau dipaksakan sekarang, takutnya hanya akan membuang-buang duit negara.
“Dalam waktu dekat belum bisa perbaikan permanen,” kata Kepala BPJN Wilayah XI Banjarmasin, Syauqi Kamal.
Saat ini, area longsor sedang diselidiki. Hasilnya akan menentukan penanganan berikutnya.
“Dengan kondisi sekarang, takutnya bakal longsor lagi. Maka perlu kajian dulu. Kami tak berani sembarangan memperbaiki,” tambahnya.
Struktur tanah di sana masih labil. Selain itu, cuaca juga kurang bersahabat. Ditambah truk besar yang masih melintas.
“Kami masih mencari desain yang tepat. Agar nanti tak terjadi longsor kembali,” terang Syauqi.
Untuk penanganan sementara, perlu perbaikan lereng jalan. “Kami mendapat informasi, bahwa pihak perusahaan akan menangani lereng tersebut. Diharapkan badan jalan jadi lebih stabil,” ujarnya.
“Saya belum bisa menjawab, kapan penanganan secara permanen bisa dimulai,” tegasnya.
Apakah tahun depan? Blak-blakan, Syauqi mengungkap, bahwa jalan di Tanah Bumbu tidak termasuk dalam rencana kerja anggaran tahun depan. “Tidak ada dana untuk penanganan permanen longsor ini. Untuk anggaran pekerjaan tahun depan juga tak ada, karena terlanjur masuk semua. Kejadian ini sifatnya tak diduga,” jelasnya.
Apakah tak bisa memakai anggaran darurat kebencanaan? Dia menjawab tidak bisa. Sebab longsor ini bukan tergolong bencana alam. “Memang kami ada dana bencana alam, tapi kejadian ini bukan bencana alam,” paparnya.
Bisa saja, asalkan bupati setempat mengeluarkan status bencana alam. “Selama ini nggak ada SK bencana alam, jadi dana ini tidak bisa dipakai,” tegasnya.
(7/10), muncul longsor susulan. Jalan nasional di Desa Satui Barat ini tinggal setengah saja. “Angkutan besar sudah dialihkan untuk melintasi jalan tambang (hauling). Tapi entah kenapa masih bisa lewat. Akhirnya longsor lagi,” keluhnya.
Ini merupakan ruas jalan penting. Menjadi penghubung utama antara Banjarmasin dan Batulicin. Selain jalan rusak, 23 rumah warga juga retak dan rusak. Jalan di sana rawan ambles karena kelewat dekat dengan aktivitas pertambangan batu bara. (mof/by/fud)