Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Smelter Nikel Baru di Tanah Bumbu, Investasi Rp 6 Triliun

izak-Indra Zakaria • 2023-02-23 11:25:15
INDUSTRI: Foto ilustrasi peleburan nikel. Di Kalsel, tepatnya di KEK Tanah Bumbu, dibangun smelter nikel. | FOTO: JAWA POS
INDUSTRI: Foto ilustrasi peleburan nikel. Di Kalsel, tepatnya di KEK Tanah Bumbu, dibangun smelter nikel. | FOTO: JAWA POS

Smelter nikel bakal berdiri di Kalimantan Selatan. Lokasinya di Kabupaten Tanah Bumbu. Pabrik ini punya PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC) milik Jhonlin Group.

Dibangun di atas lahan seluas 329 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pabrik ini digadang-gadang bakal menyerap 1.200 tenaga kerja baru.

Jika tak ada aral, smelter nikel ini mulai berproduksi pada awal tahun 2024 depan.
“Kalsel akan menambah pabrik nikelnya menjadi dua. Awal tahun 2024 sudah running (jalan),” beber Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni usai pembukaan rakor teknis industri di Banjarmasin, kemarin (21/2).

Smelter pertama berdiri di Kabupaten Kotabaru. Milik PT Silo. Namun, operasionalnya masih belum maksimal lantaran kadar nikelnya masih rendah. 

Di smelter kedua nanti, Mahyuni mengatakan, kapasitas produksinya mencapai 40.000 ton per tahun. “Nilai investasi perusahaan ini lebih kurang Rp6 triliun,” sebutnya.

Hilirisasi industri feronikel atau bijih nikel ini akan diolah menjadi baterai lithium yang salah satunya menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Sudah saatnya memproduksi langsung, tak lagi Kalsel hanya mengirim bahan baku,” tegasnya.

Melihat tren transportasi hari ini, smelter nikel ini datang pada waktu yang tepat. Di mana konsumen mulai bergeser dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira berharap hilirisasi industri ini bisa menggantikan peran pertambangan batu bara dalam menopang perekonomian Banua.

Lalu, menekan angka pengangguran. “Selain sektor pariwisata dan pertanian, hilirisasi industri dapat menopang pertumbuhan ekonomi Kalsel,” ujarnya.

Fajar yakin, kebutuhan tenaga kerja industri di Kalsel ke depan akan tinggi. “Jangan sampai kita yang menjadi pintu gerbang ibu kota negara baru (IKN) malah menjadi penonton,” kata Fajar.

Pemprov Kalsel pun berkoordinasi dengan Rektor Universitas Lambung Mangkurat, agar menyiapkan jurusan yang relevan tuntutan industri di Banua.

“Kita butuh sarjana teknik industri, teknik perkapalan, teknik pelabuhan… Kalau IKN sudah pindah, masyarakat Kalsel harus turut ambil bagian,” pungkas Fajar. (mof/gr/fud)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria