Meski hanya konten, pocong yang satu ini cukup nekat. Meresahkan masyarakat, lantaran si pocong nekat menyeberang badan Jalan Hasan Basry dengan cara melompat-lompat.
***
Video berdurasi kurang dari sepuluh detik itu viral di media sosial. Lokasi pengambilan video, persis di dekat Jembatan Sungai Alalak. Banyak warganet yang mencibir hingga mengutuk aksi tersebut. Bukan tanpa alasan, mengingat aksi yang dilakukan pada malam hari itu bisa saja membuat kaget, hingga memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pembuat konten, dan kapan pula peristiwa itu terjadi. Namun yang pasti, video itu viral di bulan Ramadan ini. Munculnya video tersebut sudah jadi atensi jajaran Polsek Banjarmasin Utara. Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Iptu Sudirno mengatakan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti hal itu.
“Kami tindak lanjuti dan selidiki siapa yang membuat ataupun yang terlibat dalam konten tersebut,” ucapnya, mewakili Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Agus Sugianto, (11/4).
Sudirno mengatakan belum ada informasi lebih lanjut terkait video yang viral itu. Bahkan, pada malam hingga waktu subuh, pihaknya juga sudah mengecek ke lapangan. “Tapi, kami tak menemukan adanya aksi itu,” tambahnya.
Bagaimana dengan keterangan warga sekitar? Sejauh ini, warga mengetahui kabar pocong menyeberang jalan itu hanya di media sosial. Namun, bukan berarti tak ada sedikit titik terang. Salah satunya diungkapkan Muja. Pemuda yang setiap hari menjaga kios di kawasan tersebut menduga aksi itu dilakukan oleh sejumlah pemuda untuk membangunkan sahur. “Saya pernah melihat dari segerombolan pemuda yang menaiki mobil pikap, salah satunya mengenakan kostum hantu pocong,” ucapnya.
“Entah orang yang sama atau bukan, saya tidak tahu. Mereka yang berada di pikap, menabuh drum atau bunyi-bunyian untuk membangunkan sahur,” tambahnya. Muja juga bilang bahwa rombongan pemuda berpikap itu hanya melintas. Tidak berhenti di kawasan jembatan, lalu membuat konten seperti yang ada dalam video.
“Terlepas dari hal itu, saya tidak setuju dengan konten seperti itu. Membahayakan. Khawatirnya ada yang menyangka benar-benar pocong, membuat orang kaget, keamanan pun terganggu,” nilainya. Aksi itu juga sangat disayangkan jajaran Satpol PP Banjarmasin. “Aksi itu bisa membahayakan pengguna jalan. Mudah-mudahan perbuatan seperti itu tidak terulang lagi,” ucap Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin kemarin.
Sebagai upaya pencegahan, Muzaiyin mengatakan bahwa pihaknya juga turut serta menggiatkan patroli. Patroli dilakukan sedari pagi hingga malam hari. “Sebenarnya, patroli rutin sudah kami lakukan ke beberapa titik rawan. Termasuk daerah Jalan Hasan Basry atau Kayutangi,” ujarnya. “Bahkan, juga beberapa kali menggelar giat gabungan dengan jajaran polresta, kodim dan sebagainya,” tutupnya.
Lantas, apakah peristiwa itu juga terpantau oleh kamera pengawas yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin?
Dikonfirmasi tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas di Dishub Banjarmasin, Febpry Ghara Utama mengaku belum mengetahuinya. Menurutnya, posisi konten itu dibuat ada di turunan jembatan. Persis dari arah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menuju ke arah Kota Banjarmasin.
“Kalau mencari itu, mungkin rada susah. Jadi sementara ini kami cuma bisa mengimbau untuk keselamatan berlalu lintas, hentikan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti itu. Supaya tidak membahayakan pengguna jalan lainnya,” tekannya. Menurut Febpry, meski hanya konten, hal itu bisa saja membuat kaget pengguna jalan yang melintas.
Lantas, apakah ada tindakan yang dilakukan pihaknya? Febpry mengatakan pihaknya akan memaksimalkan pantauan kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi. Apabila terpantau, pihaknya akan segera menginformasikan kepada pihak terkait. Baik itu kepolisian, maupun aparat penegak peraturan daerah alias Satpol PP.
“Dalam waktu dekat, umumnya menjelang Lebaran, kami juga akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di satlantas. Apakah perlu dibangun posko di kawasan itu, atau tidak nantinya,” pungkasnya.(war/az/dye)
Editor : izak-Indra Zakaria