Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dinding Pasar Bauntung Tanjung Runtuh, Penjual dan Pembeli Nasi Rawon Tertimpa Batu Bata

izak-Indra Zakaria • Rabu, 1 November 2023 | 12:28 WIB
DISELIDIKI: Situasi lokasi ambruknya dinding Pasar Bauntung Tanjung, kemarin sore. (Foto : ibnu/radar banjarmasin)
DISELIDIKI: Situasi lokasi ambruknya dinding Pasar Bauntung Tanjung, kemarin sore. (Foto : ibnu/radar banjarmasin)

Diduga diterpa angin kencang, membuat ambruk dinding bagian atas Pasar Bauntung Tanjung di Kabupaten Tabalong pada Selasa (31/10) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Dinding dengan bahan batu bata itu runtuh menyebabkan korban luka. Dua wanita terluka parah.

Salah satunya pedagang nasi rawon, Siti Fauziah. Satu lagi bernama Mama Yanti, pedagang bahan makanan sekaligus pembeli nasi rawon.

Padahal Pasar Bauntung Tanjung itu baru beberapa bulan lalu, diresmikan Presiden Joko Widodo. Salah satu pedagang, Joni mengatakan peristiwanya bertepatan dengan angin kencang disertai hujan. Ia mendengar bunyi reruntuhan keras di dalam pasar yang biasa ditempati pedagang sayur dan kelontongan. Lantas diikuti teriakan minta tolong para korban. "Pas angin kencang tadi runtuhnya," katanya.

Joni menghampiri suara teriakan. Menemukan Muhammad Khalid memeluk istrinya Siti Fauziah yang menjadi korban reruntuhan. Bagian kepala Siti Fauziah berdarah. Bahunya tampak kotor terkena reruntuhan batu bata. Kaki kirinya terjepit dinding reruntuhan juga. 

Ternyata Mama Yanti juga mengalami luka. Joni tidak begitu jelas melihat apa yang terluka. "Karena langsung dibawa ke ambulans," terangnya.

Siti Fauziah diangkat Joni menuju ambulans milik Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) terdekat untuk dilarikan ke rumah sakit. Menurutnya, kejadian tersebut sangat singkat.

Menurut Joni, pedagang nasi kuning di sisi Sungai Tabalong itu biasanya pulang pukul 14.00 Wita. "Mungkin karena ada pembeli, jadi agak lambat tutupnya," ujarnya.

Ida merasa beruntung. Pedagang bahan makanan itu lapaknya persis berada di sebelah penjual nasi rawon korban reruntuhan. Ia sudah pulang ke rumah ketika peristiwa terjadi. Namun, semua barang dagangannya juga habis dijatuhi bata.

Tembok yang runtuh tingginya sekitar empat meter, dengan panjang sekitar sembilan meter. Posisinya di dinding bagian atas gedung pasar yang berdekatan dengan atap.

Kejadian ini membuat jajaran Polres Tabalong menurunkan Satreskrim ke lokasi. Mereka memasang garis polisi, dan melakukan identifikasi. Dalam olah TKP, tim identifikasi mengamati semua konstruksi bangunan yang runtuh. Termasuk reruntuhan yang menimpa warung nasi Siti Fauziah beserta satu motor miliknya.

Kasatreskrim Polres Tabalong, Iptu Galih Putra Wiratama menjelaskan ada sejumlah kegiatan yang dilakukan dalam olah kejadian. "Kami mengambil sampel barang bukti," katanya.

Ia juga mengimbau kepada warga untuk tidak melintasi kawasan yang telah digaris polisi. Selain untuk mengamankan barang bukti, juga untuk kehati-hatian, karena ada sisi dinding yang diduga bisa runtuh kembali. "Takutnya ambruk lagi," ujarnya.

Meski telah meninggalkan lokasi kejadian, Satreskrim masih memerlukan olah TKP kembali. Rencananya disertai pemanggilan terhadap sejumlah saksi mata di tempat kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Haris menjelaskan angin deras yang menerpa Pasar Bauntung Tanjung tidak ada dalam prakiraan cuaca. "Kami sendiri juga tidak menduga ada angin deras. BMKG tidak ada melaporkan," katanya.

Ia memberitahu dari hasil pantauannya, kencangnya angin juga menyebabkan pohon tumbang di Tabalong, dan merusak bangunan di tempat lainnya.

Supaya terhindar dari reruntuhan, Haris meminta kepada warga untuk waspada, menjauhi bangunan atau semacamnya yang mudah runtuh dan tumbang. "Kalau menemukan hal yang membutuhkan bantuan dan menyebabkan gangguan fasilitas umum, hubungi kami," tegasnya.(ibn/gr/dye)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria