Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Paringin Bakal Miliki Traffic Light

izak-Indra Zakaria • Jumat, 17 November 2023 | 23:41 WIB
LAMPU LALIN: Salah satu lokasi yang bakal menjadi titik pemasangan lampu lalu lintas di kota Paringin.
LAMPU LALIN: Salah satu lokasi yang bakal menjadi titik pemasangan lampu lalu lintas di kota Paringin.

 Kabar baik bagi warga Paringin yang kerap melintas di pusat kota. Ibukota Kabupaten Balangan itu sebentar lagi akan mempunyai lampu lalu lintas atau traffic light.
Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Balangan tengah menggodok persiapan untuk pemasangan lampu lalu lintas. Anggaran sebesar Rp 850 juta APBN murni 2023 disiapkan untuk proyek tersebut.

"Ada 4 titik yang rencananya akan dibangun. Pertama di ruas jalan menuju ke Kecamatan Lampihong, ruas jalan dari kabupaten Tabalong, ruas jalan dari Kecamatan Halong dan ruas jalan menuju Banjarmasin," ucap Kepala Bidang DLLAJ Dinas Perhubungan Balangan Helda Liman.

Helda mengatakan, pada setiap ruas jalan akan dipasang dua tiang lampu merah dengan ketinggian 6 meter sesuai dengan aturan. Sedangkan untuk penentuan durasi lampu merah, masih akan ditinjau kembali melihat dari kepadatan jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.   "Penganggaran pemasangan lampu lalu lintas sudah sejak awal tahun namun baru direalisasi pada akhir tahun karena masih ada proses pengerjaan pelebaran jalan serta Jembatan Kembar," tambahnya. 

Meskipun saat ini proyek pengerjaan tersebut masih belum rampung namun lampu lalu lintas tetap akan dibangun sesuai dengan rencana. "Jika dikemudian hari perlu dilakukan penyesuaian dalam pengerjaan proyek lainnya, maka pihak pekerja akan bertanggung jawab dalam pemeliharaannya," tegasnya. 

Helda menambahkan, proyek ini menjadi salah satu visi misi Bupati Balangan dalam penataan kota Paringin dan mewujudkan program kota terang.

Rencana pembangunan lampu lalu lintas memerlukan waktu selama 60 hari kalender dan ditargetkan pada akhir desember sudah selesai pengerjaan.

Daya yang digunakan untuk lampu lalu lintas menggunakan tenaga listrik yang juga dilengkapi dengan tenaga cadangan apabila terjadi pemutusan arus listrik. Daya cadangan tersebut dapat mengoperasikan lampu lalu lintas selama 3 jam.

"Pemilihan penggunaan daya menggunakan aliran listrik karena posisi lampu lalu lintas berada di pusat kota, sehingga akan jarang terjadi pemutusan aliran listrik," jelasnya.

Lampu lalu lintas itu rencananya tidak menggunakan tenaga surya karena biaya yang lebih murah serta pertimbangan keamanan karena jika menggunakan tenaga surya box baterai Rentan dicuri. "Selain itu juga mengurangi ruang karena jika menggunakan tenaga surya memerlukan tempat khusus untuk penyimpanan box baterai," katanya.

Warga Paringin Selatan, Jahrani, mengaku antusias dengan kabar tersebut. Dirinya berharap hadirnya lampu merah bisa mempermudah akses pengguna jalan yang melintas di pusat kota.

"Semoga segera terealisasi. Agar arus lalu lintas bisa lebih teratur lagi," ujarnya. (*)

 
Editor : izak-Indra Zakaria