"Hampir seminggu ini saya, warga dan jemaah Musala dekat rumah korban ini mencium bau menyengat, kami mencoba mencari, ada yang naik ke plafon Musala, ke kolong-kolong rumah warga, tetapi tidak menemukan sumber baunya," ungkap Zohar Asyikli, Ketua RT 07.
Warga pun tak mengira jika bau itu dari jasad Mh. Padahal korban sudah lama tak terlihat sekitar seminggu ini, warga juga mengira dia menginap di rumah kakaknya, di Kampung Melayu. "Setiap hari kami mencium aroma itu, kalau ada warga yang lewat di depan rumah korban ini pasti ada mencium, tetapi tak sampai mengira sejauh itu, kami kira cuma bangkai kucing atau tikus yang bisa hilang dengan sendirinya," ujar Zohar.
Warga tak melihat pasti kapan Mh terlihat keluar rumah. Namun, minggu lalu Zohar mengantarkan undangan perkawinan warga ke rumah-rumah warga, termasuk ke rumah korban. Korban dipanggil dan diketuk pintu rumah tak merespon, dikira sedang keluar, undangan itu diselipkan di celah pintu.
"Tak lama beberapa hari saya datang, mulai tercium aroma busuk itu, kemungkinan pada saat saya datang mengantar undangan itu Mh sudah meninggal, tetapi belum proses pembusukan jasadnya," ujarnya.
Sumber aroma menyengat itu terkuak setelah R (kakak kandung korban) yang tinggal di Jalan Melayu Banjarmasin Tengah, datang menjenguk ke rumah Mh. R (60) kakak Mh mengetuk dan menggedor pintu rumah peninggalan orang tuanya itu, namun tak ada jawaban dari dalam. R mencari bantuan untuk informasi menanyakan keberadaan korban ke rumah saudara sepupunya tak jauh dari rumah tersebut, namun mereka pun tak mengetahui.
Keluarga yakin kalau Mh ada di dalam dan sumber bau busuk itu dari jasad dia. "Berjam-jam memotong kunci pintu depan tetapi sore tadi baru bisa putus, setelah dibuka ternyata benar korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dan membusuk," sambung R. Menurut Rauf, adiknya tersebut sejauh ini tak terlihat sakit atau memiliki keluhan. "Kerjaannya terkadang mengojek, dia yang tinggal di rumah ini sendirian, dan belum pernah menikah, " bebernya.
Di lokasi, ada Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Iptu Aries Wibawa bersama para personelnya. Menurutnya, belum diketahui apa penyebab kematian korban. Tetapi, jika dilihat dari olah TKP, tidak tanda-tanda kekerasan, diduga karena sakit. (*)