DPRD Kukar Akan Panggil Kemenag dan Aparat Hukum, Penutupan Pesantren Menguat Usai Muncul 11 Korban Baru

PROKAL.CO, TENGGARONG – Rasa aman yang seharusnya menjadi hak para santri kembali dipertanyakan. Di tengah upaya pengungkapan kasus dugaan pencabulan yang sebelumnya mencuat, muncul laporan baru yang menyebut 11 santriwati diduga menjadi korban di lingkungan pesantren yang sama di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Temuan tersebut memicu reaksi keras dari Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Selain berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) ulang, sejumlah anggota dewan juga mulai mendorong penutupan pesantren apabila dugaan tersebut terbukti.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar Akbar Haka mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi setelah menerima laporan adanya korban baru.
“Ketika mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada 11 santri lagi yang menjadi korban pencabulan di pesantren yang sama, kami langsung berkoordinasi. Kami sempat bertemu dengan Ketua Komisi IV Pak dan anggota lain,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV berencana kembali menggelar RDP dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Kami merencanakan akan mengadakan RDP kembali dengan mengundang Kemenag, pihak pesantren, TRC, dan beberapa aparat penegak hukum,” katanya.
Dari informasi yang diterima Akbar, ada dugaan peristiwa tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, yakni sejak 2021 hingga akhir 2025. Jika terbukti benar, kondisi itu dinilai sangat serius karena terjadi saat kasus sebelumnya juga tengah menjadi perhatian publik.
“Kalau ini benar-benar terbukti, berarti di tengah proses RDP yang membahas kasus pertama, kejadian ini masih tetap berlangsung. Kita mempertanyakan moralitasnya. Ketika kita mengungkap kasus yang pertama, ternyata kasus baru juga masih terjadi,” tegasnya.
Munculnya dugaan korban baru membuat desakan penutupan pesantren semakin menguat di internal Komisi IV. Akbar menyebut sebagian anggota dewan menilai penghentian sementara penerimaan santri baru tidak cukup.
“Beberapa anggota Komisi IV, termasuk saya sendiri, berpendapat tidak ada pilihan lain, memang harus segera ditutup,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




