Sebelumnya, jemaah haji Kalsel yang wafat di Arab Saudi yakni Sirun Mucheri Sarkawi (79 tahun) Kloter 7 Barito Selatan, Kalteng. Kemudian Hidayatussibyan (50 tahun) Kloter 18 Tabalong - Kalsel, selanjutnya ada H Supian Suri Syarkawi (57 tahun) Kloter 14 Hulu Sungai Selatan - Kalsel.
Restina Ahmadsyah Aun (57 tahun) kloter 15 Tapin - Kalsel, Sumiyati Muhayyan Ihsan (72 tahun) Kloter 11 Tanah Laut - Kalsel.
"Jemaah haji di imbau untuk tetap memperhatikan dan menjaga kondisi kesehatannya, kemudian mengikuti anjuran dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) atau Petugas Dokter Kloter," imbau Tambrin.
Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunah jika dalam kondisi yang kurang baik serta menghindari terpapar langsung sinar matahari jika berada atau sedang beraktifitas diluar hotel pada saat siang hari.
"Jemaah dapat menggunakan pelindung kepala, topi, sorban atau payung dan lainnya. Jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas kesehatan jika ada keluhan terkait kondisi kesehatan," katanya.
Meski rangkaian ibadah di Armuzna sudah selesai, Tambrin mengingatkan para petugas kloter tetap harus selalu siaga dalam melayani jemaah haji, terutama bagi yang lansia dan resiko tinggi.
Ditanya soal kondisi terkini satu jemaah kloter BDJ 01 yang tertunda kepulangannya pada (23/6/2024) lalu karena sakit, Tambrin mengatakan jemaah tersebut sudah kembali ke pemondokan.
"Jemaah kloter 1 yang tertunda kepulangannya karena harus dirawat di Madinah, sudah kembali kepemondokannya, lanjut dirawat di kloternya," pungkasnya. (*)