BANJARBARU – Kementerian Kesehatan RI melaporkan temuan 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia, yang belakangan ini ramai dijuluki sebagai "super flu" oleh masyarakat. Dari total kasus nasional tersebut, sebanyak 18 kasus terdeteksi di Kalimantan Selatan, di mana seluruh pasien berdomisili di Kota Banjarmasin. Meski istilah "super flu" sempat memicu kekhawatiran, otoritas kesehatan memastikan bahwa situasi saat ini masih terkendali dan tidak ada indikasi bahaya yang luar biasa.
Data Kemenkes menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang terinfeksi adalah perempuan dengan persentase mencapai 64,5 persen. Jika dilihat dari kategori usia, kelompok anak-anak usia 1 hingga 10 tahun menjadi yang paling banyak terpapar, disusul oleh kelompok usia produktif 21 hingga 30 tahun. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap label "super flu" yang beredar di media. Menurutnya, Influenza A (H3N2) subclade K bukanlah virus baru dan belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa varian ini lebih mematikan dibandingkan flu musiman biasa.
Diauddin menjelaskan bahwa terdeteksinya belasan kasus di Banjarmasin justru menjadi bukti bahwa sistem pengawasan kesehatan dan pemantauan penyakit pernapasan di Kalsel berjalan dengan baik. Sejauh ini, sebagian besar pasien hanya melaporkan gejala ringan hingga sedang. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit penyerta. Masyarakat diimbau untuk kembali mendisiplinkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan masker saat sedang batuk atau pilek.
Sementara itu, untuk wilayah tetangga, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus serupa. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, menyatakan bahwa wilayahnya masih terpantau aman dari laporan Influenza A (H3N2) subclade K. Ia berpesan agar warga Banjarbaru tidak mudah termakan informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap fokus menjaga daya tahan tubuh masing-masing. (*)
Editor : Indra Zakaria