PULANG PISAU-Pemudik lebaran yang melalui rute Bahaur-Paciran, Lamongan mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Bahkan KMP Drajat Paciran yang melayani rute tersebut terpaksa membawa penumpang melebihi batas toleransi.
Kapal angkutan penumpang dan barang itu hanya menyediakan kapasitas tempat tidur untuk 350 penumpang dan mendapat dispensasi sebanyak 402 penumpang. Namun dispensasi itu tampaknya belum mampu mengakomodasi besarnya minat pemudik yang ingin menggunakan jasa kapal tersebut.
Kendati mengangkut penumpang melebihi toleransi, Kapten KMP Drajat Paciran, Kapten Cecep Ahmayadi memastikan KMP Drajat Paciran aman untuk menyeberangi laut Jawa.
“Yang menjadi kendala hanya fasilitas tempat tidur yang tidak mencukupi bagi penumpang,” kata Cecep kepada Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo saat melakukan monitoring persiapan arus mudik.
Dari laman Kaltengpost.co.id, menurut dia, jika tidak ada tuntutan dari penumpang untuk fasilitas tempat tidur hal itu tidak jadi masalah. “Kalau yang penting terangkut, aman saja. Semua terangkut. Yang kami khawatirkan kalau penumpang menuntut fasilitas tempat tidur. Untuk itu, kondisi ini yang harus disampaikan kepada penumpang,” kata dia.
Cecep mengungkapkan, ruang di kapal tersebut tersedia cukup luas. “Di mana-mana, baik itu Pelni dengan sitiusi seperti saat ini tidak akan mencukupi. Akhirnya penumpang yang penting terangkut,” ujar Cecep.
Dia mengaku, terkait standar keselamatan penumpang tidak ada masalah. “Kalau untuk keselamatan penumpang aman saja. Kami juga menyediakan life jaket sebanyak 586. Untuk fasilitas kamar mandi juga aman,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Edy Pratowo mengaku dari penjelasan kapten kapal dan Kesyahbandaran, terkait beban angkutan tidak ada masalah. “Karena kapasitas untuk kendaraan roda empat berkurang dan masih banyak kosong. Sehingga tidak ada masalah,” kata Edy.
Edy juga mengaku, permasalahan yang dihadapi hanya soal kekurangan tempat tidur bagi penumpang yang terlambat membeli tiket. “Kami harap, penumpang tidak saling iri-irian terkait fasilitas tempat tidur. Yang penting terangkut dan bisa mudik,” ucap Edy.
Untuk mengatasi permasalahan tempat tidur, pihak ABK KMP Drajat Paciran juga menyediakan terpal untuk tempat tidur. “Sebagian penumpang ada yang membawa alas tidur dan yang terpenting kita pastikan pelayaran ini aman, meskipun ada ketidaknyamanan karena keterbatasan tempat tidur,” tegas bupati.
Edy mengungkapkan, arus mudik yang melalui pelabuhan Bahaur bukan hanya dari masyarakat Pulang Pisau. Akan tetapi juga dari kabupaten Gunung Mas dan Katingan. “Masyarakat sangat antusias mudik melalui pelabuhan Bahaur ini. Bahkan pemudik dari Kalimantan Selatan juga ada yang lewat sini (Bahaur),” ungkap dia.
Bupati berharap, semua penumpang tertampung dan arus mudik dan arus balik lancar. “Dari ASDP, dari kapal dan ABK sudah siap. Begitu huga kelaikan. Kita harapkan penumpang dapat terlayani dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pulang Pisau, Jhon Oktoberiman mengungkapkan, KMP Drajat Paciran mengangkut 591, termasuk penumpang bayii. Selain itu, untuk kendaraan rooda dua ada 41, roda empat 24 kendaraan dan kendaraan roda enam satu kendaraan. (art)
Editor : izak-Indra Zakaria