SAMPIT-Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih pada pemilihan kepala daerah Desember 2020 lalu, H Halikinnor dan Hj Irawati, dilantik hari ini. Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dijadwalkan akan melantik pasangan dengan jargon HARATI ini di Gedung DPRD Kotim, Jumat (26/2).
Pasangan HARATI memiliki visi dan misi yang mencakup program pembangunan hingga kesejahteraan masyarakat dari kota hingga desa. Pasangan ini mendapat dukungan masyarakat karena memiliki program-program yang realistis sesuai kemampuan keuangan daerah saat ini.
“Karena kami tahu kondisi kemampuan keuangan daerah, maka program yang kami buat merupakan program yang benar-benar realistis sesuai kemampuan daerah, bukan program yang asal buat, siapa pun bisa saja berjanji, tapi sudah seharusnya kita tahu dahulu kemampuan daerah kita seperti apa," ungkap Halikinnor.
Ada sejumlah program yang akan dilaksanakan pasangan HARATI. Antara lain, pemberian 500 beasiswa, program pengadaan alat berat di setiap kecamatan, peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, listrik, telekomunikasi, ekonomi kerakyatan, serta penambahan tenaga pendidik dan kesehatan.
"Penyediaan alat berat di setiap kecamatan dimaksudkan untuk perawatan jalan agar selalu fungsional, pembenahan drainase untuk mencegah banjir, mendukung pertanian serta membantu pembukaan lahan pertanian, sehingga tidak perlu lagi membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya.
Program-program yang dirancang itu terlebih dahulu dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Sebagai seorang birokrat yang pernah menjabat sekretaris daerah sekaligus ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah, dirinya benar-benar paham kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, setelah dilantik nanti H Halikinnor bersama Hj Irawati bisa langsung tancap gas merealisasikan janji-janji kampanyenya.
"Dengan pengalaman yang saya dimiliki, saya bisa langsung melanjutkan pembangunan tanpa membuang waktu untuk beradaptasi. Apalagi masa jabatan kali ini, 2021-2024, waktu efektifnya hanya sekitar 3,5 tahun," ucapnya.
Halikinnor mengaku sangat bersyukur bahwa tahapan puncak Pilkada Kotim berjalan lancar dan aman. Ia mengatakan, program-program prioritas akan langsung dilaksanakan usai dilantik.
“Usai dilantik menjadi bupati, saya bersama Ibu Irawati akan menyusun 100 hari program kerja, karena saat ini proses pembangunan sudah mulai berjalan, banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk visi misi kami saat pencalonan, sesuai ketentuan RPJMD, maksimal enam bulan harus sudah ditetapkan, nantinya itu akan menjadi pendoman bagi kami dalam melaksanakan pembangunan,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kotim Bima Eka Wardana mengatakan, pelaksanaan pelantikan akan dilakukan secara daring, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tidak diperkenankan membuat kegiatan atau acara yang bersifat mengumpulkan orang banyak.
"Pelantikan akan dilakukan oleh gubernur secara online, tamu undangannya juga dibatasi, yakni hanya 25 orang, sudah termasuk keluarga bupati dan wakil bupati Kotim terpilih serta unsur forkopimda dan pimpinan DPRD," beber Bima.
Ia juga menambahkan, rohaniawan akan tetap didatangkan secara langsung untuk pengambilan sumpah, karena pengambilan sumpah harus dilakukan secara langsung. Pihak provinsi mempersiapkan segala perlengkapan pelantikan baik di provinsi maupun di ruangan yang telah disiapkan DPRD Kotim di ruang rapat paripurna DPRD Kotim.
Polres Kotim Lakukan Pengamanan Penuh===judul baru
Terpisah, Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin mengatakan, gedung DPRD Kotim yang menjadi lokasi pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih akan dijaga ketat petugas untuk memastikan keamanan proses pelantikan.
"Kami akan amankan semua titik, dan kami sudah melihat kondisi gedung, kondisi bangunan, jalan masuk dan keluar, serta pengamanan dalam ruangan, kami juga meminta pihak Brimob melakukan sterilisasi gedung," kata Jakin.
Kapolres menyebut, pengamanan akan dilakukan secara penuh agar kegiatan yang merupakan puncak pesta demokrasi pemilihan kepala daerah ini dipastikan berjalan lancar. Pemeriksaan dan pengamanan akan dilakukan secara ketat. Pihaknya akan menurunakan 2/3 kekuatan atau 250 personel untuk mengamankan jalannya pelantikan.
"Pengamanan juga diperkuat personel dari Brimob Polda Kalimantan Tengah, Kodim 1015/Spt, Satuan Polisi Pamong Praja, dan lainnya, di setiap sudut gedung DPRD akan diperiksa secara teliti, itu semua kami lakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan," ucap Jakin.
Ia menambahkan, setiap orang yang akan masuk ke dalam ruang rapat paripurna tempat pelantikan dilaksanakan mesti melewati pemeriksaan petugas, termasuk pemeriksaan menggunakan metal detector untuk mendeteksi barang bawaan peserta acara, juga akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
"Kami berharap proses kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman, alhamdulillah kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kotim sampai saat ini masih kondusif," tutupnya. (bah/ce/ala)
Editor : izak-Indra Zakaria