SAMARINDA - Nasi sudah jadi bubur. Apa yang diperbuat Farida Jumiati Rifanggi (22) tak bisa mengembalikan nyawa anaknya. Mahasiswi semester akhir di perguruan tinggi swasta itu terbukti membunuh anaknya, beberapa menit setelah sang bayi lahir. Alasannya hanya karena takut diketahui tetangganya. Statusnya resmi tersangka sejak Jumat (11/1).
Mahasiswi asal Sepaku, Penajam Paser Utara, 13 Juni 1997, mulai menjalin hubungan dengan polisi yang kini bertugas di Nunukan, Kaltara. Sejak Februari 2018. Jarak antara Nunukan dan Samarinda memang sangat jauh. Untuk melepas rindu, panggilan video melalui media sosial (medsos) intens dilakukan. Sebulan setelah memutuskan untuk menjalin hubungan kekasih, oknum polisi berpangkat brigadir polisi dua (bripda) itu datang ke Kota Tepian. Di indekos Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, tempat Farida tinggal sebelumnya, hubungan intim itu terjadi.
Setelahnya, hubungan mereka sebatas sambungan telepon dan chatting. “Kekasihnya tugas di Nunukan,” tegas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu ketika bertemu di Polresta Samarinda kemarin. Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. Kemarin siang, Farida pun diperiksa penyidik di ruangan khusus.
Farida sebelumnya sempat kembali ke kampung halaman. Dia bahkan ditanya orangtua perihal perutnya yang membesar. “Pas ditanya, dia (Farida) bilang selesai makan,” ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari. Penuh kejanggalan dengan tewasnya sang bayi, membuat polisi memutuskan untuk melakukan autopsi. Sekitar pukul 09.00 Wita kemarin, dokter forensik RSUD AW Sjahranie melaksanakan autopsi. Paru-paru yang diperiksa ketika dimasukkan ke air, mengambang. “Artinya, bayi sempat hidup,” tegas Bunga.
Bukti jika Farida membunuh tampak pada percakapan dengan kekasihnya yang berada di Nunukan. “Aku bunuh. Tulisannya seperti itu,” sambung perwira polwan balok satu itu. Mahasiswi yang sejatinya sedang mengurus skripsi, harus mengubur angan untuk mendapatkan titel sarjana pendidikan guru sekolah dasar. Tak ingin bayinya yang lahir diketahui tetangga kamarnya, perempuan yang suka membaca itu menggendong anaknya. “Membekap mulut anaknya dengan tangan kiri,” sebut polwan kelahiran Surabaya tersebut.
Perwira yang hobi olahraga senam itu menyebut, bahwa sang kekasih juga sudah diperiksa di Nunukan. “Saya belum tahu seperti apa di sana (Nunukan),” pungkasnya. (*/dra/rsh/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria