TANJUNG REDEB – Dalam beberapa pekan belakangan, Berau mengalami musibah kebakaran sebanyak empat kali yang membuat kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Staf BPBD Berau, Hermansyah meminta masyarakat selalu berhati-hati saat akan meninggalkan rumah. Ia mengatakan, masyarakat wajib selalu waspada jika akan meninggalkan rumah, seperti mengecek listrik, kompor, dan api yang menyala, hal kecil seperti ini kerap dilupakan oleh warga yang akan meninggalkan rumah.
“Hal-hal kecil penyebab kebakaran, dari beberapa kasus kebakaran yang terjadi selama Februari ini, karena masalah sepele, seperti lilin yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan, dan memasak kemudian ditinggal pergi,” katanya.
“Jumlah kebakaran tentu bisa dibilang banyak, karena belum satu bulan sudah terjadi 4 kali kebakaran, dan membuat kerugian yang cukup besar bagi pemilik rumah,” katanya.
Ia menambahkan, untuk kasus kebakaran di Pegat Bukur awal Februari lalu, menghanguskan bangunan 8 pintu dan satu rumah warga, kerugian mencapai Rp 500 juta, dan membuat anak-anak sekolah yang tinggal di rumah tersebut harus kehilangan seragam dan buku mereka. Yang kedua, yakni di Kecamatan Segah, api diduga berasal dari rumah warga yang memasak, karena lupa ditinggalkan tidur dan membuat bangunan sekolah sebanyak dua ruang kelas hangus terbakar.
“Yang terbaru yakni di Jalan Bayanuddin pada Senin (11/2) lalu, di salah satu mes karyawan di kawasan tersebut. Berselang 3 hari kemudian kembali terjadi kebakaran di Jalan Bukit Berbunga, Sambaliung dan membuat kerugian mencapai Rp 400 juta,” lanjutnya.
“Cek semua dahulu, kalau dirasa aman, barulah jalan, hal ini untuk menghindari musibah kebakaran dan juga kemalingan,” sambung dia.(*/yat/asa)
Editor : uki-Berau Post