Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tim ACT Langsung Terjun ke Jayapura

Wawan-Wawan Lastiawan • 2019-03-18 15:04:55
Photo
Photo

BENCANA kembali menimpa ibu pertiwi. Kali ini terjadi di Papua. Banjir bandang yang banyak menelan korban jiwa. Bencana tak terduga itu terjadi di Sentani, Jayapura. Laporan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, korban meninggal sudah 42 jiwa.

“Hingga Ahad (17/3) pukul 08.30, tercatat dampak banjir bandang Sentani sebanyak 42 orang meninggal dunia, dan 21 orang luka-luka,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Banjir bandang yang melanda sembilan kelurahan di Kecamatan Sentani itu juga menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum di beberapa titik.

Kerusakan di BTN Doyo Baru, misalnya, hingga kini meliputi sembilan rumah hanyut, serta Jembatan Doyo dan Jembatan Kali Ular mengalami kerusakan. Bahkan, satu pesawat Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani juga mengalami kerusakan. Sementara di wilayah BTN Bintang Timur Sentani dikabarkan sekiranya 150 rumah terendam banjir.

“Dampak kerusakan masih akan bertambah karena pendataan masih dilakukan, belum semua daerah terdampak dapat dijangkau oleh Tim SAR gabungan,” jelas Sutopo. 

Koordinator Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kusmayadi melaporkan, hingga sekarang sejumlah relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

“Sudah sejak semalam, relawan kami yang kebetulan tinggal di daerah Sentani melakukan aksi bantuan. Selain evakuasi, mereka juga melakukan pendataan atau assessment dan pembersihan material banjir. Alhamdulillah, mereka juga sudah membagikan 1.000 makanan siap santap untuk para korban terdampak yang selamat,” papar Kusmayadi. 

Kusmayadi juga mengatakan, dua orang dari Tim Disaster Emergency Response telah diberangkatkan menuju Sentani, Jayapura, Papua, Ahad (17/3) pagi. Pemberangkatan tim bertujuan untuk memaksimalkan aksi bantuan bagi para korban terdampak banjir bandang Sentani. 

“Insyaallah, kami juga akan mendirikan posko kemanusiaan ACT sekaligus dengan dapur umum. Sehingga kami pun bisa bantu meringankan beban mereka, baik yang sudah mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah walau air atau lumpur masih menggenang,”  jelas Kusmayadi.  

LANGSUNG TERJUN 

Aksi Cepat Tanggap bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bergerak cepat menerjunkan bantuan. Relawan MRI Haryono melaporkan, dirinya dan tim sudah berada di lokasi tak lama peristiwa terjadi.

Menurut laporannya pada pukul 01.00 WIT, Sabtu (17/3), sekiranya sudah ada enam warga selamat yang berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.

“Kondisi saat ini air masih menggenang, sebagian ada yang hanya becek, namun kami terus melakukan penyisiran untuk mengevakuasi para korban,” jelas Haryono, beberapa saat setelah peristiwa.  (adv/pro2/one) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#Advertorial