Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Membangun Partisipasi

uki-Berau Post • 2019-04-01 11:57:50

PEMBANGUNAN pada hakikatnya merupakan proses perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui seperangkat kebijakan dalam semua sektor kehidupan. Pembangunan menjadi tugas pemerintah, namun dalam implementasinya dilakukan upaya menumbuhkan prakarsa dan peran aktif masyarakat agar terlibat dalam sektor-sektor pembangunan tersebut, sebab pada akhirnya hasil-hasil pembangunan akan dinikmati oleh masyarakat sendiri. Peran aktif masyarakat ini disebut partisipasi.

Partisipasi adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan. Partisipasi mengandung makna peran serta seseorang atau kelompok orang dalam suatu kegiatan untuk mencapai sesuatu yang secara sadar diinginkan oleh pihak yang berkepentingan. Jadi partisipasi dalam pembangunan membutuhkan keterlibatan pihak lain sebanyak mungkin, menuntut suatu tanggung jawab dari banyak pihak terhadap suatu urusan atau permasalahan.

Idealnya, proses partisipasi berangkat dari kesadaran, bukan mobilisasi, didasari oleh rasa tanggung jawab, bukan didorong semata-mata karena pelaksanaan kewajiban, dikerjakan secara berkelanjutan bukan insidental, dimotivasi oleh rasa ikhlas beramal bukan respons sesaat. Partisipasi harus link dan match (terhubung dan cocok), partisipan terhubung dengan obyek, terjalin interaksi yang saling memberi manfaat (symbiosis mutualisme).

Dalam tataran praktis partisipasi sering mengalami hambatan dan tantangan. Kesadaran bersama untuk terlibat aktif mengambil peran masih kurang. Pada saat mendirikan bangunan baik tempat usaha maupun perumahan, mestinya sudah dipikirkan jarak ideal bangunan tersebut ke muka jalan. Termasuk berapa jarak yang tepat dari bangunan tersebut ke bangunan yang lain.

Karena rendahnya kesadaran, banyak pihak yang tidak peduli terhadap ketentuan garis sempadan bangunan. Akhirnya muncul berbagai macam permasalahan misalnya parkir di jalanan, hilangnya trotoar sebagai fasilitas atau haknya pejalan kaki serta terganggunya sistem drainase.

Dalam konteks kepedulian lingkungan juga dijumpai kurangnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Misalnya perilaku membuang limbah sembarangan, membuang sampah tidak pada tempatnya,  tidak peduli dengan kebersihan lingkungan. Bahkan dalam beberapa kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan, keikutsertaan masyarakat dan dunia usaha rendah, mereka terlalu berharap kepada petugas kebersihan. Barangkali ini salah satu dari dampak negatif globalisasi, terkikisnya kepedulian dan dominannya sikap individualisme.

Partisipasi memang sangat penting, dalam proses pembangunan partisipasi sangat diperlukan, pun juga dalam kehidupan sosial masyarakat, partisipasi sangat dibutuhkan. Indikator keberhasilan proses politik juga diukur dengan tingginya tingkat partisipasi. Tidak ada yang tidak memerlukan partisipasi, semua ruang memerlukan partisipasi. Partisipasi menciptakan suatu lingkaran umpan balik tentang sikap, aspirasi, sumber, potensi dan kebutuhan.

Partisipasi bukanlah sesuatu yang abstrak. Partisipasi itu konkret, bentuknya bisa kepatuhan terhadap aturan, bisa keaktifan dalam berbagai macam kegiatan positif, bisa berupa sumbang saran maupun pemikiran yang konstruktif, bisa berupa kepedulian materi, dan partisipasi bisa juga berupa pelaksanaan tanggung jawab sosial.

Partisipasi dilakukan sesuai konteks, sesuai porsi secara proporsional. Partisipasi mesti dilakukan oleh semua, dalam bentuk yang mungkin sederhana tapi punya efek perubahan. Partisipasi merupakan bentuk kontribusi dan memberi manfaat. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi  orang lain. (*/sam)

*) Lurah Tanjung Redeb

Editor : uki-Berau Post
#Catatan