BALIKPAPAN– Beberapa waktu lalu, BMKG telah merilis pernyataan jika langit Benua Etam memiliki curah hujan tinggi selama 11 - 15 Juni. Akibat dari gelombang atmosfer madden julian oscillation (MJO). Sesuai prediksi tersebut, cuaca buruk benar-benar terjadi dalam beberapa kurun hari terakhir. Imbasnya turut dirasakan pada lalu lintas penerbangan.
Faktor cuaca ini menjadi kendala dalam aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Kamis (13/6). Bahkan beberapa pesawat harus mengalami divert (pengalihan pendaratan), return to base (kembali ke bandara semula), hingga delay (penundaan). Kemarin pagi, penerbangan sempat terganggu sekitar dua jam lamanya. “Sempat ada rilis notice to airmen (notam) tentang visibility below minimal karena intensitas hujan,” ujar Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Balikpapan Andanina Megasari.
Dia menyebutkan, cuaca buruk baru mulai kembali berangsur normal sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah itu, pergerakan pesawat sudah tak lagi mengalami kendala. “Selama hujan beberapa hari ini, baru pagi tadi (kemarin) mengganggu penerbangan. Sebelumnya masih normal saja,” tuturnya. Berdasarkan data milik Bandara SAMS Sepinggan, tercatat cuaca kemarin berdampak pada enam penerbangan. Mulai dari dua penerbangan yang harus divert ke Banjarmasin dan Makassar. Ada Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 560 rute Jakarta – Balikpapan.
Seharusnya sudah mendarat di Kota Minyak pada pukul 08.05 Wita. Namun, karena cuaca buruk terpaksa divert ke Makassar. Kemudian Lion Air JT 760 rute Palu – Balikpapan harus dialihkan ke Banjarmasin. Selanjutnya, dua penerbangan yang mengalami return to base. Yakni Wings Air IW 1394 rute Banjarmasin – Balikpapan. Sesuai jadwal seharusnya tiba pada pukul 07.25 Wita. Serta Sriwijaya Air SJ 231 rute Palu – Balikpapan yang memiliki jadwal tiba pada 08.05 Wita.
Terakhir dua penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan harus mengalami delay sekitar 1,5 jam. Penumpang Lion Air JT 731 rute Balikpapan – Banjarmasin dengan jadwal keberangkatan pada pukul 08.15 Wita. Serta Lion Air JT 667 tujuan Jogjakarta dengan jadwal keberangkatan pada pukul 07.35 Wita. Diwartakan sebelumnya, BMKG menyatakan beberapa daerah di wilayah tengah dan timur Indonesia akan berpotensi hujan lebat. Benua Etam termasuk dalam list daerah dengan intensitas curah hujan tinggi akibat MJO.
“Intinya terjadi penambahan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kaltim,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Balikpapan Mulyono Leo Nardo. Ada beberapa fase terjadinya MJO, yaitu peningkatan curah hujan (konvektif) dan fase konvektif tertekan. Dua fase ini menghasilkan perubahan pada struktur awan dan curah hujan. Dalam fase konvektif, angin di permukaan bertemu dan udara terdorong ke atas di seluruh atmosfer.
“Akibatnya, angin berbalik dan memicu peningkatan gerakan udara di atmosfer hingga meningkatkan kondensasi dan curah hujan,” ujarnya. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca Kaltim selama sepekan (11-17 Juni) umumnya berawan, hujan ringan, hingga lebat. Prediksi suhu udara berkisar antara 23-31 derajat celsius. Kelembapan udara antara 72-99 persen. Pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga barat. Kecepatan angin antara 5-20 kilometer per jam. (gel/riz/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria