Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Joe Biden Jadi Musuh Bersama

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 29 Juni 2019 - 11:47 WIB

WASHINGTON – Joe Biden digadang-gadang sebagai sosok yang paling kuat untuk mengalahkan Presiden AS Donald Trump dalam Pemilu 2020. Namun, jalan Biden untuk mendapatkan tiket sebagai calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrat masih panjang. Sebab, kandidat capres lainnya tidak menyerah dengan mudah.

Hal itu tampak dalam debat kedua di Adrienne Arsht Center Kamis (27/6). Biden menjadi musuh bersama. Sebagian besar kandidat menyerang mantan wakil presiden AS tersebut.

Salah satunya adalah senator Kamala Harris dan legislator Eric Swalwell. Swalwell mengaku masih berumur 6 tahun ketika Biden ikut konvensi kandidat presiden Partai Demokrat di California. Kala itu Biden berkata bahwa sudah waktunya untuk menyerahkan obor (kekuasaan) ke generasi baru Amerika. Tapi, nyatanya hingga kini Biden masih ingin berkuasa dengan kembali mencalonkan diri.

Swalwell mendesak Biden untuk mundur dan menyerahkan posisi yang ingin dikuasainya ke politikus muda yang lebih tahu cara menangani perubahan iklim, mengurangi kekerasan dengan senjata api, dan berbagai isu lainnya.

Biden memang sudah berusia 76 tahun. Kandidat yang lebih tua adalah Bernie Sanders, 77. Jika satu di antara mereka terpilih dan berhasil mengalahkan Trump, Biden atau Sanders bakal menjadi presiden tertua di AS.

Biden tak terlalu menanggapi serangan Swalwell. ”Saya masih memegang obor itu,” ujarnya santai.

Namun, Biden tidak bisa sesantai itu ketika dicecar pertanyaan dari Harris tentang ras. Harris adalah satu-satunya kandidat kulit hitam yang mencalonkan diri. Dia mempertanyakan komentar Biden yang memuji dua senator rasis pendukung kebijakan pemisahan ras atau segregasi. Bagi Harris, komentar Biden menyakitkan.

Dia juga menyayangkan sikap Biden yang dulu pernah menolak kebijakan busing. Itu adalah kebijakan yang pernah diadopsi pemerintah AS dengan menyediakan bus sekolah untuk meminimalkan dampak pemisahan ras yang terjadi di masa lalu. Siswa kulit hitam dikirim ke sekolah-sekolah negeri agar bercampur dengan kulit putih.

”Ada gadis kecil di California bagian masyarakat kelas kedua yang diintegrasikan ke sekolah negeri dan dia naik bus ke sekolah setiap hari. Gadis itu adalah saya,” ujar Harris seperti dikutip AFP.

Seisi ruangan terasa senyap ketika Harris berbicara. Biden menjawab bahwa dirinya bukanlah pendukung rasisme. Buktinya, dia menjadi wakil presiden di masa kepemimpinan Barack Obama yang merupakan seorang kulit hitam. Mereka berdua terkenal dekat.

Biden juga mengaku tak menolak inisiatif busing. Dia hanya tidak ingin kebijakan itu diputuskan pemerintah pusat, tapi tidak masalah jika negara-negara bagian melakukannya.

Kebijakan-kebijakan ekonomi Bernie Sanders juga banyak dibicarakan di setengah jam pertama debat. Tapi, Sanders tak terlalu bersinar malam itu. Sanders memaparkan rencananya untuk asuransi kesehatan universal. Namun, jika asuransi tersebut diterapkan, penduduk AS harus membayar pajak lebih tinggi.

Hampir semua kandidat mengkritik kebijakan-kebijakan Trump. Termasuk Sanders. Dia menyebut presiden ke-45 AS itu pembohong patologis dan rasis. Kebijakan Trump yang memisahkan imigran anak-anak dari orang tuanya juga menjadi bahan cibiran. ”Itu adalah kejahatan yang disponsori negara,” tegas Marianne Williamson. (sha/c10/dos)

 

 

 

Mereka yang Berlaga Kemarin

 

Marianne Williamson

Penulis, dosen, dan aktivis

Houston, Texas, 8 Juli 1952

Pada 2015 dia mendukung Bernie Sanders sebagai presiden. Williamson adalah penasihat spiritual Oprah Winfrey.

 

John Hickenlooper

Mantan gubernur Colorado

Narberth, Pennsylvania, 7 Februari 1952

Hickenlooper menderita prosopagnosia, kondisi medis yang membuatnya sulit mengingat dan mengenali wajah seseorang. Dia juga menderita disleksia.

 

Andrew Yang

Pengusaha

Schenectady, New York, 13 Januari 1975

Orang tuanya adalah imigran asal Taiwan. Sosoknya sebagai pengusaha sukses kerap diprofilkan media.

 

Pete Buttigieg

Wali kota South Bend, Indiana

South Bend, Indiana, 19 Januari 1982

Menguasai delapan bahasa, yaitu Inggris, Norwegia, Spanyol, Italia, Malta, Arab, Prancis, dan Dari (bahasa Persia yang digunakan di Afghanistan). Dia satu-satunya kandidat gay.

 

Joe Biden

Mantan Wapres AS

Scranton, Pennsylvania, 20 November 1942

Senator yang paling lama menjabat di Delaware. Beberapa perempuan yang pernah dekat dan bekerja untuknya mengaku tak nyaman dengan cara Biden memegang mereka. Dalam debat, Biden paling banyak diserang kandidat lainnya.

 

Bernie Sanders

Senator Vermont

Brooklyn, New York, 8 September 1941

Hampir semua keluarga ayahnya tewas dalam Holocaust. Berhasil mengumpulkan sumbangan USD 6 juta dalam 24 jam setelah menyatakan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden 2020.

 

Kamala Harris

Senator California

Oakland, California, 20 Oktober 1964

Orang tuanya adalah imigran asal Jamaika dan India. Dia adalah jaksa agung keturunan Asia Selatan-Amerika pertama di AS.

 

Kirsten Gillibrand

Senator New York

Albany, New York, 9 Desember 1966

Menguasai bahasa Mandarin. Pada 2014 masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time.

 

Michael Bennet

Senator Colorado

New Delhi, India, 28 November 1964

Sebulan sebelum mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Demokrat, dia didiagnosis menderita kanker prostat.

 

Eric Swalwell

Legislator dari Distrik 15 California

Sac City, Iowa, 16 November 1980

Masuk dalam deretan legislator dengan kekayaan minimalis. Dia mengampanyekan pembelian kembali senjata api di masyarakat.

 

Sumber: CNN, BBC, Wikipedia

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara