Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ntar Lagi Selesai..!! Ini Dia Solusi Atasi Kemacetan di Balikpapan Utara

izak-Indra Zakaria • Jumat, 25 Oktober 2019 | 11:32 WIB

Kemacetan di Balikpapan Utara coba dicarikan solusi. Pembangunan jalan tembus dari Km 5,5 ke arah Peti Kemas Km 13 kini dikebut. Demikian juga jalan di sekitar Km 10 melalui Jalan Transad yang tembus ke Perumahan HER Sepinggan, dan Batakan.

 

 

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pengerjaan pembangunan jalan di Balikpapan Utara. Hal ini terus dilakukan sebagai solusi mengurai kecamatan di wilayah tersebut. Ada dua pembangunan jalan alternatif yang saat ini masih terus berlangsung.

Pertama jalan tembus dari Jalan Projakal Kilometer 5,5 menuju jalan pendekat Pulau Balang Kilometer 13. Kedua jalan di sekitar Kilometer 10 melalui Jalan Transad yang menghubungkan ke Perumahan HER Sepinggan dan Batakan.

Ada pun jalan tembus dari Km 5,5 menuju Km 13 ini memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer dan lebar jalan 20 meter. Sebelumnya sudah ada cor beton hasil bantuan Pemprov Kaltim pada 2013. Apabila jalan alternatif ini telah rampung, maka akan memudahkan arus transportasi.

Terutama kendaraan besar dari Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau menuju Pelabuhan Feri Kariangau sudah tidak perlu melewati Jalan Soekarno-Hatta seperti kondisi yang ada sekarang. Kepala Dinas PU Andi Muhammad Yusri Ramli mengatakan, pembangunan jalan alternatif di Km 5,5 ini menggunakan dua sumber dana.

Baik APBD Murni 2019 dan APBD Perubahan 2019. Dia menjelaskan, saat ini pembangunan dengan APBD murni sudah berjalan hingga 60 persen. "Tinggal mengerjakan retaining wall (dinding penahan tanah) dan pengecoran bagian tengah. Perkiraan bisa selesai Oktober ini," bebernya.

Jika itu sudah rampung, pihaknya akan melanjutkan pengerjaan jalan yang menggunakan APBD-P 2019. Saat ini sudah selesai proses pengadaannya di bidang jalan dan jembatan Dinas PU. Harapannya dari pembangunan sumber dana APBD-P, jalan sudah bisa tembus untuk akses dari Km 5,5 Kariangau menuju Km 13.

"Jenis konstruksinya perkerasan rigid beton. Menembuskan dua jalur ke arah peti kemas," ucapnya. Andi menyebutkan, pembangunan jalan yang dilakukan tahun ini memiliki total panjang sekitar 1 kilometer dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar.

Sementara untuk memecah kemacetan lain, Pemkot Balikpapan juga membangun jalan alternatif di Jalan Tempo Kilometer 10 melalui Jalan Transad menuju Perumahan HER Sepinggan dan Batakan. Fokus pembangunan jalan sekitar 400 meter dekat akses tol.

“Panjangnya kurang lebih 1,3 kilometer dari jalan besar hingga bawah Tol Balikpapan-Samarinda,” katanya. Kondisi jalan berupa tanah sudah mengalami pengerasan dan tersisa bebatuan. Pihaknya menargetkan pembangunan jalan ini rampung pada Desember, termasuk pengaspalan.

Kemudian beberapa titik jalan yang sudah mendekati pinggiran tol sudah rampung dengan cor. Ada pun total anggaran untuk pembangunan jalan ini sebesar Rp 6 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian PUPR. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, pembangunan jalan alternatif sebagai solusi memecah kepadatan lalu lintas yang menumpuk di Jalan Soekarno-Hatta.

Warga yang ingin ke arah utara, tidak harus melewati jalur yang sudah ada. Rencana proyek ini telah berjalan sejak 2018. Menurutnya penting untuk membangun jalan yang menghubungkan wilayah timur dan utara Balikpapan tersebut. “Arus manusia semakin banyak jadi harus punya alternatif jalan. Ini kebutuhan kota agar kendaraan tidak menumpuk dan macet,” pungkasnya. (gel/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan