Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tempat Karantina Ini Tak Hanya untuk ASN

izak-Indra Zakaria • Senin, 9 November 2020 - 22:20 WIB
TIDAK DIKHUSUSKAN: Rumah karantina di Jalan HAM Rifaddin yang menggunakan asrama BPSDM, siapa saja pasien yang terkonfirmasi positif diperkenankan untuk menggunakan.RAMA SIHOTANG/KP
TIDAK DIKHUSUSKAN: Rumah karantina di Jalan HAM Rifaddin yang menggunakan asrama BPSDM, siapa saja pasien yang terkonfirmasi positif diperkenankan untuk menggunakan.RAMA SIHOTANG/KP

SAMARINDA – Tujuh bulan lamanya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melanda Tanah Air. Termasuk Kota Tepian, sebarannya juga semakin masif. Beberapa fasilitas digunakan sebagai tempat karantina yang difungsikan penanganan pasien Covid-19. Namun, beberapa fasilitas kini mulai penuh.

Untuk mengantisipasinya, beberapa fasilitas lainnya kembali dipilih sebagai tempat karantina. Salah satunya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim yang difungsikan sebagai rumah karantina. Meski bangunan yang terletak di Jalan HAM Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, itu difokuskan untuk aparatur sipil negara (ASN), tidak menutup kemungkinan bisa juga digunakan untuk masyarakat umum.

"Rumah karantina BPSDM selain untuk ASN dan keluarganya juga disediakan untuk masyarakat umum," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak.

Penggunaan BPSDM sebagai rumah karantina untuk masyarakat umum jika rumah sakit karantina Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim telah overkapasitas. Bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, Andi memastikan tetap akan dipantau. Pemantauan langsung dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota masing-masing.

"Jika kabupaten atau kota sudah tidak dapat lagi menampung di tempat karantina yang disediakan, baru ditempatkan ke BPSDM. Kalau yang memantau masyarakat dari puskesmas, sudah dikoordinasikan Diskes kabupaten dan kota," jelas Andi.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan Kaltim Soeharsono menuturkan, sementara dua kamar BPSDM telah disediakan. Setidaknya bisa menampung 50 pasien Covid-19.

"Kami sebenarnya dipinjami empat asrama, tapi satu dikhususkan untuk tenaga medis sebagai tempat istirahat. Tapi kalau dimaksimalkan kapasitasnya bisa sampai 245," terangnya.

Untuk diketahui, BPSDM telah diisi 13 orang. Sebagian berstatus ASN dan sebagian lainnya adalah orang pelayaran. "Jadi, BPSDM itu difungsikan untuk ASN tracing provinsi dan masyarakat di luar Samarinda. Kalau masyarakat Samarinda lebih dimaksimalkan ke Bapelkes dulu," kuncinya. (*/dad/dra/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#satgas covid